SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak menyebut jumlah masyarakat menggunakan identitas kependudukan digital (IKD) alias KTP digital masih minim. Dari target 4 persen jumlah penduduk baru 2 persen yang menggunakan. Faktornya ada beberapa hal di antaranya masyarakat masih suka mengantongi KTP el dalam bentuk fisik.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Lebak Ahmad Najiyullah menyebut, target 4 persen aktivasi IKD itu dari jumlah penduduk Lebak yang sudah mengantongi KTP el. Akan tetapi, jumlah penduduk yang sudah mengaktivasi IKD di penghujung tahun 2023 ini masih bawah target. “Masih di angka 2 persen, baru sekitar 5.400 orang yang sudah melakukan aktivasi IKD,-nya” kata Najiyullah, Selasa (26/12/2023).
Najiyullah mengatakan, 5.400 orang yang mengaktivasi IKD-nya didominasi oleh pegawai di lingkungan pemerintah dan swasta. Angka itu juga tidak lepas dari strategi jemput bola Disdukcapil ke kantor-kantor dinas. “Jemput bola kita terus lakukan. Termasuk juga kami minta ke operator desa dan kecamatannya yang sudah terdapat kios pelayanan Dukcapil untuk bisa mengaktivasi IKD, minimal satu orang per hari,” papar Najiyullah.
Disinggung soal mengapa masih sangat rendahnya penduduk yang melakukan aktivasi IKD, Najiyullah menyebut beberapa faktor. “Pertama, masyarakat masih sangat suka mengantongi e-KTP dalam bentuk fisik, dan kedua adalah di saat warga mengurus keperluan di perbankan, mencari kerja, rumah sakit atau yang lain-lain masih membutuhkan fisik KTP-nya,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Najiyullah, capaian aktivasi IKD juga berkaitan dengan rencana pemerintah daerah yang ingin menyiapkan mal pelayanan publik (MPP) daring. “Salah satu itu bisa dibuka oleh pemerintah pusat adalah aktivasi IKD kita sudah di angka minimal 4 persen,” imbuhnya.
Kepala Disdukcapil Lebak, Ahmad Nur berharap masyarakat Lebak seluruhnya bisa menggunakan IKD. Namun demikian, ia juga tak menanfik masyarakat Lebak khususnya masih suka terhadap KTP el dalam bentuk fisik. Selain itu juga kepemilikina HP Android masih minim khususnya di daerah pelosok. “Semoga perlahan masyarakat Lebak mau menggunakan IKD,” harapnya. (mulyana)
Baca Juga: Empat Bulan, 12.536 Warga Lebak Pindah Kependudukan
























