SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak, hari ini, Selasa (02/01/2024) resmi membuka lowongan bagi masyarakat yang ingin menjadi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Namun sayangnya tak sedikit pelamar yang berkasnya ditolak atau dikembalikan lantaran kurang lengkap. Salah satunya dalam penerimaan Panwascam Kecamatan Rangkasbitung.
Rekrutmen yang masa pendaftaran yang bakal berakhir enam hari ke depan tersebut digelar oleh masing-masing kecamatan. Di Rangkasbitung, tercatat hingga pukul 14.30 WIB, sudah terdapat 50 orang yang dinyatakan berkasnya lengkap dan bisa mengikuti tahapan selanjutnya.
“Hari pertama (pembukaan PTPS) di kita (Panwas Rangkasbitung), hingga pukul 14.30 WIB, sudah mencapai 50 orang. Seharusnya bisa lebih dari jumlah itu, tapi karena banyak pelamar yang berkasnya kurang lengkap kita kembalikan, dan bisa diurus kembali,” kata Ketua Panwascam Rangkasbitung, Dede Awaludin.
Dede mengungkapkan, untuk kriteria pelamar minimal berumur 21 tahun, dan lulusan minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Sejauh ini, katanya masyarakat yang ikut berpartisipasi pada pemilu tahun ini diklaimnya cukup antusias. “Kebutuhan kita (PTPS) sebanyak 364 sesuai jumlah TPS yang ada di Kecamatan Rangkasbitung,” ujarnya.
Dede Awaludin tak menampik ada kesulitan pada penerimaa PTPS kali ini. Bukan persyaratan melainkan jumlah atau kuota yang dibutuhkan. “Jumlahnya cukup banyak ya, ya semoga bisa tercapai angka tersebut,” imbuhnya.
Terpisah Ketua Bawaslu Lebak, Dedi Hidayat membenarkan jika hri ini mulai dibuka pendaftaran PTPS di masing-masing Panwas Kecamatan. “Pendaftaran dibuka dari tanggal 2 sampai tanggal 6 Januari 2024 dengan persyaratan minimal usia 21 tahun dan minimal pendidikan SMA,” kata Dedi. “Bawaslu membutuhkan sebanyak 3945 PTPS,” timpal Dedi.
Baca Juga: KPU Lebak Bantah Tudingan Bawaslu Soal Dugaan Pelanggaran Distribusi Logistik
“Harapan kita anggota PTPS ini memiliki integritas di masing-masing TPSnya. Bisa mengawasi dengan baik untuk membantu kami di Bawaslu Lebak,” tandasnya.
Dida Dahlia salah satu dari puluhan warga yang melamar PTPS mengatakan, sengaja ikut melamar menjadi bagian pengawas Pemilu 2024 ini dengan harapan bisa lolos dan bisa mengawas pesta demokrasi ini tanpa kecurangan. “Semoga bisa lolos dan menjadi PTPS. Saya ingin ikut serta pengawasi pemilu 2024 ini tanpa adanya kecurangan sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan sesuai harapan masyarakat,” tandasnya. (mulyana)
























