SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, belum mengalokasikan anggaran untuk penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD). Padahal, di penghujung tahun 2023 lalu, terjadi lonjakan kasus warga yang terinveksi penyakit tersebut.
Diketahui, sejak Januari sampai November 2023 ada sebanyak 363 kasus DBD terjadi di Pandeglang. Sedangkan selama bulan Desember 2023, terjadi seratus kasus DBD tersebar disemua wilayah Pandeglang.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengakui, pihaknya belum mengalokasikan anggaran penanganan DBD pada pos anggaran tahun 2024.
“Belum dianggarkan, karena kan kejadiannya setelah tahun anggaran disahkan,” kilah Fahmi, Kamis (4/1/2024).
Meski demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang ini mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait penanganan penyakit tersebut.
“Kemarin saya sudah sampaikan kepada instansi terkait, agar ada penanganan khusus terhadap penyebaran penyakit DBD tersebut. Supaya, penyakit DBD yang menyerang masyarakat Pandeglang bisa ditangani dengan cepat,” tandasnya.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Fahmi juga mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan pembahasan dengan OPD terkait mengenai status penanganan DBD di Kabupaten Pandeglang. Oleh karena itu, laporan yang diterimanya banyak warga yang terserang penyakit DBD tersebut.
“Nantilah secepatnya akan kita bahas lagi, dengan instansi terkait dan semua pihak lainnya, apakah akan dijadikan sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB) atau memang bagaimana. Tetapi yang jelas, persoalan ini menjadi perhatian serius kita,” klaimnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M Habibi Arafat menyarankan, agar Pemkab bisa mengalokasikan anggaran untuk penanganan DBD. Karena, sudah banyak warga yang terkena penyakit itu.
Tujuannya, sebagai upaya memberikan penanganan maksimal guna mengantisipasi lonjakan penderita.
“Selain anggaran, tentunya semua tenaga kesehatan juga harus bisa terus memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Kalau ada yang kena indikasi DBD, segera lakukan penanganan dan berikan pemahaman cara mencegahnya,” ungkap Habibi.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi mengaku, banyak mendapatkan laporan terjadinya kasus DBD di wilayah selatan Pandeglang. Persoalan itu membuat masyarakat khawatir, karena proses penyebaran DBD terbilang cepat.
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
Udi mengatakan, selama bulan Desember akhir hingga awal tahun 2024 dirinya banyak menerima aduan dari masyarakat terkait penyebaran kasus DBD. Hal itu membuat warga panik dan meminta agar segera dilakukan penanganan.
“Banyak yang laporan ke saya, kemarin aja baru melihat warga yang terkena serangan DBD. Ini harus segera diselesaikan, karena banyak warga yang kena serang DBD. Kalau dibiarkan bisa membahayakan kesehatan juga,” katanya saat menghubungi Satelitnews.com, Rabu (3/1/2024).
Udi mengatakan, kebanyakan warga yang melaporkan kejadian itu dari wilayah Kecamatan Pagelaran dan kecamatan lain di selatan Pandeglang. Kekhawatiran masyarakat cukup masuk akal, karena mulai memasuki musim hujan dan sebaran penyakit itu bisa berlangsung cepat.
“Kebanyakan di wilayah selatan. Tolong agar penyebaran DBD ini menjadi perhatian serius, karena kalau tidak segera ditangani bisa berbahaya. Sudah banyak laporannya, bahkan ada yang hampir satu keluarga kena DBD,” katanya. (mg4)
























