SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, menggelar Rapat Koordinasi Rutin Desa Tangguh Bencana (Destana) Wilayah I Tingkat Provinsi Banten, yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui program Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), Rabu (17/1/2024).
Kegiatan itu dihadiri juga oleh Tenaga Ahli RMC-1, Pendamping Program dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Sosial dari Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak, Serang, Pandeglang dan Kota Cilegon. Program dilaksanakan di 4 kota/ kabupaten, 15 kecamatan, dan 24 kelurahan/ desa.
Melalui kegiatan itu, BPBD menghimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana yang bisa terjadi pada saat musim hujan seperti saat ini. Sebab bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, seperti terjadinya tiang listrik yang roboh, yang menimpa pengendara sepeda motor di Kota Serang beberapa hari lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Banten Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Provinsi Banten Tahun 2022–2026 ada 14 potensi ancaman bencana yang tersebar di 8 kota/ kabupaten di Provinsi Banten. Karena itu masyarakat perlu selalu waspada terhadap potensi bencana yang ada di Banten.
“Apalagi, fenomena saat ini terjadi bencana akibat perubahan iklim yang beberapa waktu lalu terjadi,” ujar Nana.
Nana mengatakan, ancaman bencana seperti seperti tanah longsor, puting beliung, dan banjir akibat musim hujan bisa saja terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Karena itu, upaya mitigasi bencana perlu terus dilakukan sehingga masyarakat akan lebih siap ketika bencana terjadi.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Mulai Melanda, KSB Banten Sebut 3 Kabupaten Terdampak Paling Besar
“Jangan menunggu terjadi bencana. Dalam koordinasi diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam merespons apabila terjadi bencana antar OPD untuk berbagi peran,” katanya.
Nana juga menyampaikan, Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Banten saat ini meningkat. IKD Provinsi Banten yang meningkat menunjukkan IKD kota/ kabupaten di Provinsi Banten juga meningkat.
Team Leader RMC-1 Petrizal berharap, dukungan dari organisasi perangkat daerah agar program kerja tentang kebencanaan yang telah dihasilkan di tingkat desa/ kelurahan dapat direalisasikan.
Salah satunya adalah, dukungan agar adanya kebijakan daerah tentang alokasi dana desa bisa dialokasikan untuk kegiatan pengurangan risiko dan mitigasi bencana.
“Kita berharap apa yang telah kita laksanakan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketangguhan daerah,” imbuhnya. (luthfi)
























