SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Satuan tugas (Satgas) Pangan Polri bersama Ditreskrimsus Polda Banten beberkan hasil pengecekan langsung ketersediaan dan kestabilan harga beras di Provinsi Banten.
Pemantauan tersebut dipimpin Ketua Satgas Pangan Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kombes Pol Hermawan dan Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Doni Satria Wicaksono.
Kasatgas Pangan Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan berdasarkan hasil pantauan pada Rabu (21/02), ketersediaan beras di sejumlah pasar dan toko retail yang ada di Provinsi Banten, hingga kini masih relatif aman. Harga beras juga masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami hadir disini khususnya terkait dengan ketersediaan dan distribusi beras, baik beras premium maupun beras medium yang SPHP dari Bulog. Sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada Satelit News, Jumat (23/02).
Wisnu menambahkan terjadi kenaikan harga beras dipasar diakibatkan naiknya harga pembelian gabah dari petani. “Akibat iklim atau cuaca pancaroba,” tambah Wisnu.
Whisnu menyatakan, tiga pekan menjelang bulan Ramadhan, ketersediaan beras cukup aman dan dijual di pasar-pasar tradisional serta toko retail.
Baca Juga: Kemendag RI Bersama Polri Sidak Produsen Minyakita di Batuceper
“Pembatasan penjualan oleh retail dilakukan agar tidak ada panic buying dan agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan, kemudian diperjualbelikan kembali,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Doni Satria Wicaksono menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengecekan bersama stakeholder terkait.
“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap stok, pendistribusian dan harga pada bahan pangan pokok lainnya khususnya beras,” ungkapnya. (aditya)





















