SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Harga telur ayam negeri meroket jelang Ramadhan 1445 H. Dari harga 27 ribu per kilogram kini bisa mencapai 32 ribu bahkan 34 ribu per kilogram. Kenaikan itu diprotes warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Warga Kampung Mampelem RT 01/RW 04, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Arifani mengatakan bahwa saat ini harga telur benar-benar menggila. Karena, mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
“Minggu lalu saya beli telur masih Rp 27 ribu, per kilonya. Sekarang sudah menjadi Rp 34 ribu. Yang awalnya saya mau beli 1 kg, jadinya setengah kg,” kata Arifani, Selasa (5/3).
Arifani berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang atau pun Pemerintah Pusat bisa mengendalikan harga-harga komoditi yang mengalami kenaikan.
“Kemarin-kemarin beras naik, sekarang telur. Lalu besok apa lagi. Kami berharap, harga-harga komoditi bisa kembali turun, ” harapnya.
Warga Perumahan PWS, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Yossy menambahkan bahwa harga telur di wilayah Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa mencapai Rp 32 ribu. Hal itu dirasa sangatlah tinggi dan membebani masyarakat.
“Ampun deh, naik terus. Mahal-mahal banget sekarang harga-harga kebutuhan pokok. Di sini tadi saya beli telur, 1 Kg sampai Rp 32 ribu. Sudah beras, sekarang telur, mungkin besok minyak naik, ” katanya.
Baca Juga: PT ABM Kelola Cadangan Pangan Ayam Frozen
Kata Yossy, berdasarkan keterangan pedagang, kenaikan harga telur diduga karena mendekati Bulan Suci Ramadhan 1445 H. Namun, dirinya berharap Pemerintah Daerah ataupun Pusat bisa bergegas untuk menekan naiknya harga-harga komoditi.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengakui, bahwa adanya lonjakan harga telur ayam negri diwilayah Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data yang diterima Disperindag Kabupaten Tangerang, bahwa ada kenaikan hara telur sebesar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 ribu, dari HET yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 27.000 ribu.
“Untuk harga telur, memang sedikit terjadi lonjakan harga. Dari survei harga Disperindag bahwa harga telur naik Rp 3.000 hingga Rp 4.000 dari harga eceran tertinggi (HRT) yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp 27.000 ribu, ” ujarnya.
Menurut pria yang biasa disapa akrab, Iskandar, bahwa dinamika naik dan turunnya harga-harga komoditi. Khususnya, telur ayam negeri, dikarenakan adanya perubahan pola belanja masyarakat menjelang hari besar dan bulan puasa Ramadhan.
“Dinamika ini sering terjadi. Hal ini memang dikarenakan adanya perubahan pola berlanja masyarakat, ketika menjelang hari besar atau hari raya, ataupun menjelang Ramadan, ” katanya.
Meski harga telur mengalami kenaikan, pihaknya memastikan bahwa ketersediaan stok teluk ayam negri di Kabupaten Tangerang terbilang aman. Sehingga, kenaikan harga telur akan tetap terkendali. Seperti halnya, harga beras yang saat ini sudah mulai menurun, dan stabil. Karena, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya untuk menekan laju inflasi.
Baca Juga: Tak Dapat Gorengan Kulit Ayam, Pemuda Mabuk di Tangsel Pecahkan Kaca KFC
“Langkah yang dilakukan atas kenaikan tersebut adalah memastikan ketersediaan telur tetap aman di pasaran. Sehingga, naiknya harga telur relatif terkendali jika ketersediaan stok aman, ” katanya. (alfian)
