SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Ruas jalan Karang Tanjung – Kadu Banten alias jalur AMD Lintas Timur, Kabupaten Pandeglang, merupakan jalur lintasan alternatif yang kerap dilintasi kendaraan wisatawan, serta merupakan jalur padat kendaraan.
Namun sayang, beberapa tahun ke belakang, ruas jalan tersebut minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Sehingga, terkesan rawan kecelakaan dan rawan aksi kriminalitas. Karena, gelap sekali kalau malam.
Warga sekitar sudah berkali-kali mengeluhkannya, dan sudah disampaikan ke Aparatur Kelurahan serta Kecamatan setempat. Hanya saja, belum ada penanganan hingga sekarang.
Camat Karang Tanjung, Endin Haerudin mengaku, sudah berkoordinasi dan meminta kepada Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, untuk segera menyalakan lampu PJU tersebut.
Karena, selain jumlahnya yang minim juga lampu PJU yang ada seringkali padam. Hal itu katanya, tentu menjadi pemicu kecelakaan di ruas jalan tersebut.
“Banyak masukan dan keluhan, dari masyarakat. Sehingga, masyarakat yang melintas pada malam hari selalu was was,” kata Endin, Minggu (10/3/2024).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Ditegaskannya, kepada pihak terkait diharapkan dan diimbau segera melakukan penanganan. Jangan sampai ada korban, atau menunggu kejadian baru nanti ditangani.
“Kami akan terus berkoordinasi, dan menunggu realisasi langkah tepat dari pihak terkait,” tandasnya.
Endin menambahkan, kurang lebih ada sekitar 50 titik lampu PJU di sepanjang Jalan Raya AMD Lintas Timur, dan masih sangat memungkinkan untuk diaktifkan.
“Supaya aktivitas masyarakat juga lebih lancar dan aman,” ucapnya, seraya menyatakan, di sepanjang jalur itu juga minim rambu lalulintas.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengatakan, ruas jalan yang dilaporkan itu merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Meski demikian, pihaknya siap bersikap dan membantu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, agar segera ditangani.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
“Kami akan menghubungi BPTD Kelas II Banten, agar masalahnya segera ditangani,” imbuhnya. (mardiana)

















