SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Diduga sering dilalui truk tanah, Jembatan Kali Baru yang menghubungkan Kecamatan Pakuhaji dan Teluknaga retak, Jumat (15/3). Alhasil, mobil dengan berat 8 ton dilarang melintas, karena khawatir jembatan bakal roboh.
Salah satu warga sekitar, Muhammad Hasan mengatakan, keretakan yang terjadi pada Jembatan Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji-Teluknaga ini, diduga karena banyaknya kendaraan-kendaraan truk tanah yang melintas. Sehingga, jembatan pun sudah tidak kuat lagi menanggung berat beban yang melintas.
“Kalau usianya terbilang, belum terlalu tua. Tapi bisa mengalami keretakan dan nyaris ambruk, ya dugaannya karena memang sepertinya karena banyaknya truk tanah yang melintas,” kata Hasan kepada Satelit News.
Sementara itu, Pelaksana pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten Abdul Rohim mengatakan, berdasarkan dari hasil peninjauan, kerusakan atau keretakan yang terjadi pada Jembatan Kali Baru, dikarenakan beban geser ditumpuan plat jembatan pada pier jembatan.
Dia juga mengatakan, untuk keamanan dan keselamatan para pengguna jalan, pihaknya mengintruksikan, agar kendaraan-kendaraan yang memiliki bobot 8 ton tidak diperbolehkan untuk melintasi jembatan.
“Makanya, untuk kendaraan truk yang bermuatan barang di atas 8 ton dilarang melintas pada jembatan Kali Baru ini. Jadi, kendaraan besar akan dialihkan ke jalur lain untuk meminimalisir terjadinya penambahan kerusakan,” katanya
Baca Juga: Tenun Baduy Banten Banyak Digandrungi, Siap Menembus Pasar Mancanegara
Dia juga mengatakan, pada Sabtu (16/3) medatang. PUPR Provinsi Banten akan mendatangkan tim jalam dan jembatan, untuk melakukan peninjauan lebih lanjut. Selain itu, kata Abdul, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Koramil, Satpol PP, DBMSDA Kabupaten Tangerang, Kecamatan, dan Desa.
“Alhamdulillah, kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak dalam upaya pembatasan kendaraan yang over load untuk tidak melintas di jembatan tersebut,” pungkasnya. (alfian)





















