SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Aksi sweeping terhadap kediaman bank keliling, dilakukan oleh ratusan massa di berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang.
Tindakan itu, dipicu adanya dugaan tindak anarkis oleh oknum bank keliling terhadap seorang tokoh agama di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Informasi yang berhasil didapat, aksi tindak kekerasan dilakukan oleh delapan orang bank keliling, di wilayah Kecamatan Baros, Kabupaten Serang Senin (1/4/2024) malam.
Kejadian itu, kemudian menyulut emosi warga Pandeglang yang menilai aksi kekerasan oleh oknum bank keliling sangat meresahkan.
Pada Selasa (2/4/2024) sore hingga dini hati, ratusan massa dari berbagai kalangan melakukan aksi sweeping atau mendatangi kontrakan, kantor, dan tempat berkumpulnya pegawai bank keliling.
Mereka menuntut, agar delapan orang pegawai bank keliling menyerahkan diri ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Ratusan massa yang melakukan aksi itu, merupakan gabungan dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB), Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI), dan masyarakat biasa.
Mereka melakukan aksi sweeping, mulai dari simpang tiga Cigadung, simpang tiga Cimanying dan Kantor bank keliling yang berada di Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang. Di Kantor bank keliling yang berada di Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, ratusan massa terlihat menjebol rolling door dan merusak sejumlah motor yang ada di Kantor bank keliling tersebut.
Aksi tersebut, langsung mendapat perhatian serius berbagai kalangan terutama Polres Pandeglang dan tokoh agama Kabupaten Pandeglang Abuya Muhtadi Dimyati.
Pada Selasa (2/4/2024) malam hingga dini hari, para tokoh agama berkumpul di Mapolres Pandeglang, dan menyerukan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Oki Bagus Setiaji mengakui, adanya aksi sweeping di berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang. Kejadian itu, langsung direspons dan dilakukan pengamanan oleh jajaran Polres Pandeglang bersama semua anggota Polsek yang ada di Pandeglang.
“Iya ada aksi sweeping itu, mereka melakukannya secara spontan karena ada peristiwa sebelumnya yang memicu adanya aksi tersebut,” kata Oki, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Oki menerangkan, aksi sweeping itu merupakan buntut dari adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum pegawai bank keliling terhadap salah seorang tokoh agama atau ustad Muhyi yang merupakan warga Kabupaten Pandeglang. Tindakan kekerasan itu terjadi di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang pada Senin (1/4/2024) malam.
“Aksi sweeping ini secara spontan dari para massa yang peduli terhadap korban yang merupakan masyarakat Pandeglang. Mungkin rekan-rekan media mendapatkan informasi bahwa sebelumnya di Baros ada kejadian pemukulan yang korbannya merupakan salah satu tokoh di Pandeglang,” ungkapnya.
Masyarakat yang melakukan aksi itu, merasa tidak terima atas tindakan yang dilakukan oknum pegawai bank keliling terhadap tokoh agama tersebut. Oleh karena itu, mereka meminta agar para pelaku tindak kekerasan menyerahkan diri kepada Polisi.
“Mereka melakukan tindakan-tindakan sweeping untuk mencari para terduga pelaku yang melakukan pemukulan terhadap Tokoh yang merupakan salah satu warga Pandeglang,” tandasnya.
Oki mengaku, pada saat kejadian dirinya langsung menyebar anggota Polisi ke semua lokasi kejadian untuk meredam aksi massa dan menyampaikan imbauan agar tetap menjaga keamanan. Pengamanan tersebut dilakukan semalam penuh guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Kami melakukan langkah-langkah seperti menghubungi seluruh Ketua atau Pimpinan Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda yang ada di Kabupaten Pandeglang, untuk hadir di Polres Pandeglang bersama-sama menyampaikan imbauan untuk menjaga kondusifitas keamanan. Beliau-beliau pun tadi menyampaikan bahwa biarlah kepolisian yang menegakan aturan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.
Dalam keterangan terbukanya, Abuya Muhtadi Dimyati, mengajak kepada semua kalangan masyarakat di Kabupaten Pandeglang agar tidak terprovokasi dan bisa menjaga keamanan dan kerukunan. Dia meminta masyarakat, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.
“Mohon jangan ikut-ikutan, karena Pandeglang itu daerah Islami, amanat saya amankan Pandeglang. Pasrahkan kepada pihak kepolisian, jadi mohon mulai sekarang amankan Indonesia, amankan negara kita,” tukasnya.
Abuya menilai, aksi sweeping yang dilakukan oleh ratusan massa tersebut sebaiknya tidak dilakukan lagi dan diganti dengan kegiatan yang lebih positif, terlebih saat ini bulan suci Ramadan.
“Apalagi ini bulan Puasa, lebih baik kita membaca Alquran untuk mencapai Lailatul Qadar,” imbuhnya. (adib)
























