SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Selama libur Lebaran Idulfitri 1445 Hijriyah, ribuan pengunjung kembali memadati kawasan Wisata Pantai Carita. Salah satu lokasi wisata yang dituju, adalah destinasi Keramba Konservasi atau Keramba Apung.
Destinasi wisata yang dikelola oleh Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang ini, harus melayani seribuan pengunjung setiap harinya.
Di lokasi ini, para wisatawan bisa melakukan snorkeling, memberi makan Ikan Nemo yang cantik, sampai belajar transplantasi terumbu karang.
Ketua Kelompok KABL, Arip mengatakan, di musim libur lebaran kali ini mayoritas wisatawan ingin menikmati berenang di tengah laut. Sebagian besar mereka adalah, wisatawan yang berasal dari pantai umum disekitar Keramba Konservasi.
“Wisatawan di keramba sendiri itu, rata-rata yang ada di Pantai Lagundi, Pasir Putih, atau Karangsari. Mereka diantar pakai Banana Boat. Kegiatannya, snorkeling atau hanya selfie atau juga hanya sekadar kasih makan ikan,” kata Arif, Minggu (14/4/2024).
Arip menambahkan, ada tiga keramba apung yang disediakan oleh Kelompok KABL, dengan masing-masing ukuran 7 x 6 meter sebanyak 2 unit dan 1 unit berukuran 5 x 5 meter.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Setiap harinya, ketiga keramba apung itu selalu dipenuhi wisatawan. Sejak H+1 lebaran, rata-rata ada 1.000 kunjungan wisatawan.
“Aktivitas wisata tidak dibatasi. Dari catatan kami, minimal 1.000 per hari,” ujarnya.
Arip menjelaskan, untuk menikmati wisata keramba apung ini, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp15.000 per satu kelompok (tujuh orang). Biaya yang didapat itu, nantinya digunakan kembali untuk kegiatan konservasi ekosistem bawah laut.
“Hasil musyawarah dengan pihak boat itu, Rp15.000 untuk boat yang biasanya berisi tujuh orang,” tandasnya.
Meski kunjungan wisatawan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan imbuhnya, namun Arip dan anggota kelompoknya tetap memperhatikan soal ekosistem bawah laut di kawasan Pantai Ketapang, Desa Sukarame. Dia mengingatkan wisatawan, agar tidak merusak ekosistem di bawah laut.
“Kita bikin berbagai imbauan kepada pengunjung yang datang, intinya berlibur dengan tetap menjaga ekosistem biota laut,” imbuhnya. (mardiana)
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
























