SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Guna menjangkau partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Tangerang dan Wakil Wali Kota Tangerang 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang menggelar acara diskusi serta sosialisasi bersama insan media di Days Hotel & Suites Lounge, Rabu (19/6).
Selain Komisioner KPU Kota Tangerang, acara tersebut turut dihadiri pelbagai wartawan di Kota Tangerang. Serta perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten sebagai narasumber.
Komisioner KPU Kota Tangerang Divisi Sosdiklihparmas & SDM, Yudhistira Prasasta mengatakan, usai KPU Kota Tangerang meluncurkan maskot, jingle dan tagline sebagai kick off dalam Pilkada 2024, pihaknya mengundang para insan media untuk berdiskusi terkait tahapan-tahapan dalam pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang 2024.
“Sub temanya itu “KPU Mendengar”, jadi kita ingin mendengar dan meminta masukkan kepada insan media apabila ada yang masih kurang dalam Pemilu 14 Februari kemarin. Sehingga dalam pelaksanaan Pilkada 2024 nanti, bisa berjalan dengan lancar dan kondusif,” ungkapnya, Rabu (19/6).
Sebab menurutnya, pers sebagai pilar keempat demokrasi merupakan salah satu instrumen yang sangat penting untuk menyampaikan informasi. Selain itu, peran pers dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mampu mencerdaskan para pemilih dalam memilih Wali Kota/Wakil Wali Kota Tangerang di Pilkada 2024.
“Sehingga kegiatan atau sosialisasi yang kita lakukan ini, bisa disampaikan oleh teman-teman media kepada masyarakat. Khususnya para pemilih dalam Pilkada Kota Tangerang,” ucapnya.
“Karena terkadang kemampuan KPU dalam menjangkau dan memberikan informasi kepada pemilih ini kan terbatas. Apalagi, media sebagai akselarator desiminasi informasi ini mampu menyaring informasi yang valid dan informasi yang hoaks,” sambungnya.
Oleh karenanya, dalam menyongsong Pilkada Kota Tangerang yang dilaksanakan pada 27 November 2024 nanti, peran insan media sebagai saluran informasi mampu mengedukasi, serta mengajak para pemilih untuk berpartisipasi sesuai target yang mencapai 82 persen.
“Karena outputnya ini kan adalah partisipasi pemilih, sehingga saya berharap pemilih ini bisa teredukasi. Mereka bisa memilih dengan cerdas dan menjadi pemilih-pemilih berdasarkan kemampuan pilihannya masing-masing. Itu yang menjadi target kita,” pungkasnya. (hafiz/aditya)