SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bakal calon Gubernur Banten Arief Wismansyah menyampaikan berbagai gagasan untuk menjadikan kabupaten/kota di Banten setara dengan wilayah Tangerang Raya. Hal itu dirinya ungkapkan saat wawancara dengan salah satu media nasional.
Dia mengungkapkan, di Banten terbagi beberapa wilayah dengan potensinya masing-masing. Seperti wilayah timur, Tangerang Selatan sektornya perdagangan dan jasa, lalu Kabupaten Tangerang sampai Cilegon punya sektor industri, wilayah selatan adalah pertanian, perkebunan, perhutanan sampai ke nelayan.
“Tapi kenapa di Banten banyak pengangguran terpelajar? Masalahnya adalah banyak masyarakat kita punya ijazah tapi tidak punya skill dan ini yang harus jadi PR bagaimana mempertemukan antara dunia usaha dengan dunia lapangan kerja sehingga warga Banten bisa menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” ungkapnya.
Karena itu, diperlukan konsep TMS, yaitu terstruktur, masif sistimatis. “Berbicara mengatasi pengangguran saya ingin membuat balai pelatihan kerja di kantor desa dan kelurahan. Jadi enggak perlu bikin gedung khusus yang ada saja dimanfaatin dengan mendatangkan masyarakat dan pelatihnya, terus peralatannya ditaruh di kantor-kantor desa dan kelurahan. Sehingga masyarakat ini punya ijazah sekolah formal dan punya skill formal supaya melamat kerja dia sudah siap dengan kemampuannya,” ujarnya.
Disinggung bahwa Provinsi Banten memiliki bandar udara terbesar se-Indonesia, Arief menegaskan bahwa yang paling penting adalah harus memiliki tata kelola yang baik. “Pengalaman saya di Kota Tangerang kami mengembangkan kota seribu industri sejuta jasa itu bisa memberikan banyak hal buat masyarakat, mulai dari menggratiskan biaya sekolah swasta, BPJS Kelas 3 dibayarin, kampung atau desa dikasih penerangan, melaksanakan program bedah rumah dan lain-lainnya,” ungkapnya.
Jadi ucapnya semua bisa dilakukan kalau pengelolaan APBD dilakukan dengan baik contohnya membuat kawasan kuliner Pasar Lama, menjadi tuan rumah acara berstandar nasional, menyelenggarakan event atau festival yang biasa ada di Ibukota DKI Jakarta. “Coba bayangkan kalau hal itu bisa diselenggarkan di Provinsi Banten, berapa banyak masyarakat Jakarta yang kita tarik ke sini dan dampaknya tentu akan besar juga berbanding lurus dengan masyarakat Banten,” ucapnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Sedangkan dalam sektor kesehatan dapat diakses sampai ke ujung Banten. “Sebab selama ini masalah kesehatan aksesnya di pusat kabupaten kota. Makanya saya mau di setiap kantor desa itu dibangun infrastruktur klinik 24 jam supaya ketika dibutuhkan klinik itu mampu menjalankan perannya menjadi fasilitas kesehatan pertama yang akan didatangi masyarakat.
“Jadi kalau mitra pemerintah itu menjalankan pekerjaannya, mudah-mudahan program terstrukur masif dan sistematis ini bisa diimplementasi dalam kapasitas yang lebih besar, sehingga kita itu bukan berlari mengejar ketinggalan tapi kita bisa memberikan lompatan yang signifikan dalam mengejar ketinggalan di Provinsi Banten. Buat saya kebahagian dan kenikmatan itu adalah ketika saya bisa ikut tertawa dan ikut menangis bersama masyarakat,” ujarnya. (made)
























