SATELITNEWS.COM, LEBAK—Luas kawasan permukiman kumuh dan jumlah keluarga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di Kabupaten Lebak masih cukup tinggi. Penjabat (Pj) Bupati Lebak Iwan Kurniawan angkat bicara dan menyebut untuk menuntaskannya perlu program jangka panjang.
Dua persoalan tersebut, kata Iwan, masih menjadi beberapa di antara pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lebak yang ingin segera dituntaskan. Khusus kawasan kumuh, Iwan mengaku akan memetakan bersama dinas terkait. “Penyelesaian kawasan kumuh dan kemiskinan ekstrem harus dengan pembangunan jangka panjang terkait dengan sarana dan prasarana pertumbuhan ekonomi. Itu yang harus dilakukan,” ucapnya belum lama ini.
Iwan menuturkan, penanganan dua persoalan tersebut terletak pada bagaimana strategi yang dilakukan ke depan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkankan pendapatan asli daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat. “Nanti hasilnya akan merambah ke semua kawasan kumuh maupun kemiskinan,” katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil pemutakhiran data kumuh yang dilakuan dan diverifikasi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten, kawasan permukiman kumuh di Lebak mencapai 2.539,01 hektare yang tersebar di 128 desa dan 5 kelurahan. Luasan kawasan kumuh di Lebak pada tahun ini bertambah, karena pada tahun 2023 luasnya 2.513,47 hektare.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Lebak, Helmi mengatakan, ada sejumlah indikator yang jika tidak terpenuhi maka sebuah permukiman dikategorikan sebagai permukiman kumuh.
“Bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran, itu masuk wilayah kategori kumuh,” papar Helmi. Hilmi mengungkapkan, ribuan hektare permukiman kumuh tersebut tersebar di 128 desa dan 5 kelurahan. Pada tahun 2023, kawasan permukiman kumuh tercatat 2.513,47 hektare. “Tetapi pada tahun tersebut belum ada data pemetaan (spasial),” ucapnya.(mulyana)
Baca Juga: TPST Milik Pemprov Banten Ditolak Warga Cileles, Begini Kata Pj Bupati Lebak
























