SATELITNEWS.COM, SERANG—Jumlah tempat pemungutan suara (TPS), petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban (Linmas) pada Pilkada Gubernur, bupati/walikota dan wakilnya di Provinsi Banten berkurang signifikan. Jumlahnya berkurang hingga 50 persen jika dibandingkan dengan pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilres).
Anggota KPU Banten, Akhmad Subagja dihubungi melalui telpon genggamnya, Minggu (4/8), mengungkapkan, berdasarkan data sementara terjadi jumlah TPS, Petugas KPPS dan Linmas pada Pilkada serentak akan mengalami pengurangan yang cukup banyak.
“Betul, hasil data dan catatan kami berdasarkan kebutuhan yang ada, jumlah petugas KPPS, TPS dan Linmas pada Pilkada kabupaten/kota dan Gubernur Banten lebih sedikit sebelum pada Pileg dan Pilpres kemaren,” kata Akhmad.
Ia menjelaskan, jika jumlah TPS pada saat Pemilu Legislatif dan Pilpres sebanyak 36. 893 TPS maka pada Pilkada serentak se-Banten berkurang. Begitu pun dengan jumlah petugas KPPS sebanyak 233.268 personel, serta Linmas KPPS sebanyak 66.648 orang.
“Jadi secara otomatis itu semuanya berkurang siginifikan. Estimasi awal sekitar 50 persen. Tapi untuk angka pastinya kami masih menunggu pleno dari kabupaten/kota. Saat ini mereka baru pleno di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. Kalau sudah semua pleno, maka angka pastinya akan ketahuan. Berapa sesungguhnya kebutuhannya,” ungkapnya.
Alasan pengurangan jumlah TPS dan lain-lainnya tersebut dikarenakan surat suara pada Pilkada serentak nanti jumlahnya lebih sedikit ketimbang pada Pemilu Legislatif dan Pilpres.
Baca Juga: Sachrudin Tekankan Peran Penting Damkar, Satpol PP dan Satlinmas
“Kenapa berkurang, karena jumlah pemilih dimasing-masing masing TPS lebih banyak dibandingkan kemarin Pemilu Nasional, dulu 300, sekarang (pilkada serentak) di TPS 600 (surat suara),” ungkapnya.
Dengan adanya pengurangan personel tersebut kata Oha, maka akan berdampak pada kebutuhan anggaran dan pengawasan di lapangan.
“Secara otomatis, akan ada penghematan dari sisi anggaran. Dan kita juga lebih mudah mengkonsolidasikan ke bawah. Dan terpenting petugas yang nanti akan terlibat dalam Pilkada serentak lebih selektif yang ketat,” ungkapnya. (rus/bnn)

















