SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang berharap ada penambahan atau peremajaan armada sampah, demi mengoptimalkan layanan pengangkutan sampah. Saat ini, dari 2.500 ton per hari, hanya 1,5 ton yang berhasil dibuang ke TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) DLHK Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika mengatakan, bahwa armada yang dimiliki DLHK jauh dari kata ideal. Bahkan, truk-truk sampah yang dibutuhkan saja terbilang kurang dari kebutuhan.
“Karena dari kebutuhannya (armada) kita sudah jauh dari kata ideal. Kemudian truk yang layak saja masih kurang,” kata Hari Mahardika kepada Satelit News, Minggu (4/8).
Menurut Hari, bermunculannya tempat pembuangan sampah liar di daerah Kabupaten Tangerang itu, tentunya disebabkan oleh kurang maksimalnya proses pengangkutan sampah-sampah yang berada di lingkup masyarakat sekitar.
“Untuk idealnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang harus memiliki 320 armada truk pengangkut sampah. Namun kini baru ada 250 truk sampah dengan total 200 lebih petugas kebersihan,” jelasnya.
Dengan 250 truk sampah itu, pihaknya hanya mampu mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Tangerang sebanyak 1,5 ton, dari, 2,500 ton sampah yang dihasilkan masyarakat per harinya.
Baca Juga: DLH Lebak Bidik Pengolahan Sampah Berbasis Kawasan di Citorek
“Dari hitungan orang saja, setiap individu itu mengeluarkan sampah 400 sampai 700 gram per hari. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Tangerang mencapai 3,6 juta ditambah aktivitas industri, ada 2,500 ton per harinya. Sementara muatan rata-rata hanya 1,5 ton per hari,” terangnya.
Selain keterbatasan armada truk sampah, kata Hari, minimnya petugas kebersihan juga menjadi deretan permasalahan penanganan sampah di wilayah Kabupaten Tangerang. Dia juga mengatakan, akan terus melakukan perbaikan agar permasalahan sampah di Kabupaten Tangerang bisa segera teratasi, dan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan.
“Dari kebutuhannya juga kita sudah jauh, kemudian truk yang layak saja belum memadai. Harapan saya secara bertahap kita akan melakukan perbaikan. Terutama gaji para petugas, ada 200 petugas,” tandasnya. (alfian)
























