SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Barcelona melakukan comeback usai tertinggal dua gol dari AC Milan di waktu normal, memaksa skor 2-2. Tapi Barca pada akhirnya kalah 3-4 dalam adu penalti.
Barcelona dan AC Milan berhadapan dalam laga uji coba di M&T Bank Stadium, Baltimore, Rabu (7/8/2024) pagi WIB. Barca memainkan kombinasi pemain utama dan muda.
Robert Lewandowski, Ilkay Guendogan, dan Raphinha dilengkapi oleh Pau Victor di depan. Andreas Christensen dan Marc Casado memainkan peran dua jangkar.
Di belakang, Hansi Flick memainkan Alex Valle, Sergi Dominguez, Clement Lenglet, dan Gerard Martin. Sementara Milan nyaris memainkan skuad terbaiknya sebagai starter.
Kecuali kiper Lorenzo Torriani, Filippo Terracciano di bek kiri, dan Yunus Musah sebagai jangkar, delapan pemain lainnya adalah pilihan utama. Di depan, Paulo Fonseca memainkan Luka Jovic ditopang Samuel Chukwueze, Christian Pulisic, dan Rafael Leao.
Milan sudah unggul dua gol dalam 15 menit pertama. Jovic membuka keunggulan pada menit ke-10, diikuti gol Pulisic lima menit berselang.
Barcelona menipiskan selisih lewat Lewandowski memanfaatkan umpan Raphinha pada menit ke-22. Setelah restart, Lewandowski mencetak gol kedua pada menit ke-58, kali ini dari umpan Pau Victor.
Barcelona yang lebih dominan di babak kedua gagal menambah gol. Skor 2-2 tak berubah sampai waktu normal usai, laga pun dilanjutkan dengan adu penalti.
AC Milan menang 4-3 di babak tos-tosan setelah eksekusi Mikayil Faye sebagai penendang keenam dari Barca gagal.
Pada sisi lain, Zlatan Ibrahimovic mengaku dirinya adalah guardian angel alias malaikat pelindung-nya AC Milan. Ibra jadi tameng pertama atas tekanan ke semua pemain, sekaligus jadi panutan.
Zlatan Ibrahimovic kini berperan sebagai Dewan Penasihat AC Milan. Jabatan itu sudah dipegangnya sejak Desember 2023 kemarin.
Sebelumnya, Zlatan Ibrahimovic sudah memperkuat AC Milan sebagai pemain pada dua periode yakni 2010-2011 saat dipinjamkan dari Barcelona dan 2020-2023 dengan status bebas transfer dari LA Galaxy.
Semasa jadi pemain, Ibra mengemas 163 penampilan di seluruh kompetisi dan mengemas 93 gol. Tiga titel diraihnya termasuk dua kali juara Scudetto.
Zlatan Ibrahimovic mengaku, dirinya punya tugas berbeda saat datang ke AC Milan di periode kedua sebagai pemain. Ibra mengemban tugas sebagai mentor buat para pemain muda yang ketika itu, rata-rata skuad Rossoneri berusia 24 tahun.
“Ketika saya datang kali kedua, itu lebih tentang memberi daripada menerima. Saya mau membuka jalan bagi generasi baru dan menjadi contoh buat pemain-pemain muda,” bukanya dilansir dari Tribuna.
“Saya selalu berkata kepada mereka, ‘dengar, begini cara kerjanya’. Sebab ketika Anda bermain untuk Milan, itu adalah level elit dan selalu ada tekanan serta tuntutan,” tegasnya.
“Menjadi seorang pemain tak hanya soal di dalam lapangan tapi juga di luar tekanan. Saya sudah memberikan contohnya dan mereka harus bertanggung jawab sebagai seorang pria,” tambahnya.
Zlatan Ibrahimovic mengaku, tugas itu kini masih terus dijalankannya sebagai Dewan Penasihat AC Milan. Ibra tidak punya jarak dengan para pemain muda. “Saya adalah malaikat pelindung mereka,” kelakarnya.
“Saya akan jadi yang pertama saat semua tekanan datang. Tetapi pada saat yang sama, saya menekan mereka,” tambahnya. (dm)