SATELITNEWS.COM, SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang, menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat Kabupaten Serang, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Serang, Minggu (11/8/2024).
Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah DPS tingkat Kabupaten Serang sebanyak 1.227.094.
Ketua KPU Kabupaten Serang, Muhammad Nasehudin mengatakan, rapat pleno penetapan DPS yang dilaksanakan ini, merupakan hasil rekapitulasi yang telah dilakukan di tingkat kecamatan yang tersebar di 29 kecamatan dan penetapan DPS tingkat desa yang tersebar di 326 Desa.
“Jadi hari ini, masing masing kecamatan membacakan data DPS, jika ada perbedaan antara yang dibacakan di desa dan kecamatan, misalkan data ganda, nanti kita bersihkan,” ujar Nasehudin, Minggu (11/8/2024).
Nasehudin menuturkan, setelah DPS ini ditetapkan selanjutkan akan dibacakan dan direkap di tingkat Provinsi. Kemudian selanjutnya, disampaikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan ditempel di kantor desa atau di RT/RW, agar di cek dan ditelaah apakah nama yang dimaksud sudah masuk apa belum ke dalam DPS.
Terkait dengan jumlah DPS, pria yang akrab disapa Naseh ini mengungkapkan jumlah DPS ada sebanyak 1.227.094. Naseh juga mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya data ganda sebanyak 517 yang tersebar di 23 kecamatan.
Baca Juga: Pasca Ditetapkan Cabup Terpilih, Zakiyah Secepatnya Akan Rekonsiliasi
“Data ganda ini, yaitu adanya perbedaan DPS di Tingkat Desa dan Kecamatan. Munculnya data ganda ini, ada beberapa kemungkinan seperti awalnya ada di sini sekarang sudah pindah,” ujarnya.
Sementara, Plh Sekda Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif melihat lagi, apakah namanya sudah masuk apa belum ke dalam daftar pemilih. Jika memang merasa belum masuk, untuk lebih aktif mengkoreksi.
“Dengan begitu, akan semakin menjamin keakuratan data dan validitas data, ini sangat penting dalam Pilkada kali ini. Karena didata yang kita lihat, masih ada sengketa data, mudah – mudahan 2 sampai 3 minggu kedepan, data kita lebih bagus lagi,” ujarnya. (sidik)
























