SATELITNEWS.COM, SERANG – Sanggar Ubrug Giri Muda Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menyelenggarakan Pentas Kolaborasi antara dua kesenian daerah Indonesia yaitu, Seni Lenong Jakarta dan Seni Ubrug Banten, yang disebut dengan “NONGBRUG”.
Pementasan ini, dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gedung KPRI Kecamatan Cikeusal.
Dosen FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Giri Mustika Roemana mengatakan, pementasan “NONGBRUG” atau Pentas kolaborasi Seni Lenong dan Seni Ubrug, merupakan konsep pertunjukan yang mengawinkan dua budaya yang berbeda yaitu, kebudayaan yang diwakili oleh Seni Lenong Betawi dari Jakarta dan Seni Ubrug (Sunda) dari Banten.
“Dua kebudayaan ini dipadupadankan dalam bentuk pertunjukan kolaboratif yang penuh humor. Selain humor juga unsur tarian dan music yang menarik menjadikan pertunjukan semakin menjadi lebih unik,” ujarnya, Minggu (18/8/2024).
Tema yang diangkat dari pertunjukan ini, kata Giri yaitu, lebih kepada mengangkat isu-isu kekinian dari problematika masyarakat tentang, saling curiga, saling hujat dan saling membanggakan diri, seiring dengan sedang ramainya perhelatan kontestasi Pilkada tahun 2024 ini.
“Maraknya baligo-baligo yang terpampang di tempat umum seolah sedang menggambarkan orang-orang yang sedang bersilat dan bersiasat mengambil hati masyarakat,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Wujudkan Smart City, Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Bina 326 Desa
Ketua Sanggar Ubrug, Giri Muda Cikeusal Kabupaten Serang, Abah Udi menambahkan, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah VIII.
“Tujuan diselenggarakan pementasan ini adalah sebagai bagian dari proses kreatifitas dari Sanggar Ubrug Giri Muda Cikeusal Kabupaten Serang, serta perwujudan dari pemeliharaan, perawatan dan pelestarian seni Ubrug dan Seni Lenong agar tetap mampu bertahan di era semakin kuatnya gempuran budaya asing yang mempengaruhi pola pikir Masyarakat kita” kata Abah Undi.
Abah Udi mengungkapkan, pertunjukan “Nongbrug” ini sangat menarik, kreatif dan edukatif. Oleh karena itu, dirinya berharap kreatifitas ini dapat menjadi inspirasi dari seniman lainnya, agar lebih produktif lagi ke depannya.
Perwakilan dari BPK wilayah VIII, Rico mengaku, jika BPK Wilayah VIII tentu terus mendukung kreatifitas para pelaku seni dan budaya, dalam proses pemajuan kebudayaan secara berkelanjutan.
“Pertunjukan ini juga mengundang seniman Lenong Betawi, yang sudah sangat ternama yaitu Bang Kimung si Jago Muda dari Sanggar Lenong Pusaka Joglo Jakarta,” pungkasnya. (sidik)

















