SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Penanganan krisis air bersih yang melanda 35 Kampung di 27 Desa, yang tersebar di 14 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, naik menjadi level siaga darurat kekeringan dan krisis air bersih.
Keputusan itu, diambil setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) melakukan monitoring di 14 kecamatan dan adanya surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait musim kemarau dan potensi yang diakibatkan.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengakui, penanganan kekeringan dan krisis air bersih telah dinaikan levelnya menjadi siaga darurat.
Hal itu dilakukan, karena banyak wilayah Pandeglang yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih, serta sudah masuk musim kemarau tahun 2024.
“Iya levelnya sudah berubah, menjadi siaga darurat, bukan tanggap darurat, belum sampai level tanggap darurat. Karena memang, setelah kita monitoring ke lapangan, wilayah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih terus bertambah, ditambah sudah masuk musim kemarau,” kata Nana, Kamis (5/9/2024).
Ditanya terkait penggunaan Dana Tidak Terduga (TT), pada postur APBD 2024, Nana mengaku, belum bisa berbicara banyak. Karena, hal itu kewenangan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Baca Juga: DPRD Tangsel Desak Solusi Permanen Atasi Krisis Air di SDN Kademangan 02
Namun, dia berharap dana tersebut bisa dipergunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kemarau.
“Harapan abdi (saya,red), dana TT semoga saja bisa dipergunakan untuk membantu menangani krisis air bersih dan kekeringan. Ya semoga saja bisa digunakan, karena krisis air bersih sudah meluas,” tambahnya.
Nana menerangkan, berdasarkan data yang masuk ke instansinya, BPBDPK sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 128 ribu liter ke 27 desa di 14 kecamatan untuk 3.790 Kepala Keluarga (KK) atau 9.714 orang.
Untuk sementara, pihaknya akan terus mendistribusikan air bersih ke semua lokasi yang mengalami kekeringan.
“Kita akan terus distribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, karena untuk saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan untuk membantu menangani persoalan krisis air bersih di Pandeglang,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait, agar bisa ikut membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Baca Juga: Terdampak Kekeringan Terus Meluas, Pemprov Banten Koordinasi dengan Kementerian PUPR
“Kita sudah komunikasikan dengan semua pihak agar bisa ikut memberikan bantuan, termasuk juga dengan Pemprov Banten sudah kita sampaikan dan sudah ikut membantu juga. Pada dasarnya, bantuan air bersih ini akan terus kita berikan sampai kekeringan di Pandeglang selesai,” tandas Riza. (adib)
























