SATELITNEWS.COM, SERANG – Penyelenggaraan Job Fair yang dilaksanakan oleh Pemprov Banten selama tiga hari kedepan, hanya menyediakan kuota 4.000 lowongan dari total 54 perusahaan yang terdaftar atau sekitar 1 persen lebih dari total jumlah pengangguran yang mencapai 425.000 dengan 240 formasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi mengatakan, dengan jumlah kuota yang tersedia itu ia menargetkan bisa sepenuhnya terpenuhi seluruhnya, sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan.
“Dalam Job Fair ini, para pendaftar seluruhnya dilakukan secara online melalui aplikasi SiLoker Banten. berdasarkan pantauan, sudah lebih dari 5.000 yang melakukan registrasi,” kata Septo, Selasa (8/10/2024).
Aplikasi itu, lanjutnya, tidak hanya digunakan pada saat Job Fair, tapi akan diterapkan juga pada setiap pembukaan lowongan kerja yang dilakukan oleh setiap industry yang ada di Provinsi Banten. sehingga dengan inovasi itu, diharapkan dapat memutus prilaku-prilaku oknum yang melakukan Pungli dalam setiap perekrutan tenaga kerja.
“Mudah-mudahan dengan pemanfaatan aplikasi ini bisa lebih efektif,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Septo juga menekankan kepada seluruh Perusahaan, agar melakukan pelaporan secara berkala berkenaan dengan perekrutan tenaga kerja yang sudah dilakukan kepada pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Sehingga dengan begitu, validitas data yang ada bisa dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk data angka pengangguran yang harus kita intervensi.
“Banyak perusahaan yang belum melakukan pelaporan itu,” pungkasnya.
Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, sektor ketenagakerjaan menduduki peringkat kedua dalam program kerja prioritas nasional setelah penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim.
Di Provisi Banten sendiri, berdasarkan data BPS jumlah pengangguran kita mencapai 4,24 persen atau sebanyak 424,69 ribu yang masih menganggur.
“Namun demikian apabila kita padukan berdasarkan pembuatan kartu kuning di Kabupaten/Kita, pengangguran kita hanya sekitar 45.000 atau jika dikali dua sekitar 90.000. jika ada 6,3 juta penduduk Banten yang masuk Angkatan kerja, maka persentase pengangguran kita kurang dari 2 persen,” katanya.
Selain itu, fenomena PHK yang belakangan sering terjadi, itu Sebagian besar merupakan pekerja dari luar daerah dan Kembali lagi ke sana.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
Oleh karena itu, Virgo menegaskan Kembali bahwasannya data pengangguran yang disajikan seharusnya berbasis sensus, bukan melalui metodologi survei.
“Sehingga, Pemda bisa tahu by name by addres dan data detail itu dibutuhkan Pemda agar kebijakan yang dibuat tepat sasaran,” pungkasnya.
Salah satu lowongan kerja yang disediakan dalam Job Fair itu, adalah bekerja di Jepang dengan gaji bisa mencapai Rp22 Juta per bulan yang ditawarkan oleh LPK Zai Japan, sebuah lembaga pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang untuk program praktik kerja dan program kerja ke Jepang.
Kantor LPK Zai Japan sendiri berada di Kota Serang tepat di perumahan Taman Banten Lestari Blok F28 No.5 Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Ahadianto (Adi), salah satu perwakilan LPK Zai Japan, mengungkapkan, LPK Zai Japan memiliki 2 program kerja ke Jepang. Keduanya adalah jisshuusei atau visa magang dan tokutei giou atau visa kerja.
“Untuk program magang jangka waktu kerjanya 3 tahun, sedangkan untuk program kerja 5 tahun dan bisa diperpanjang,” ujar Adi.
Para pelamar kerja yang ingin bekerja di Jepang disyaratkan harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun dengan pendidikan minimal SMA/ SMA.
Selain itu, tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita. Para pelamar kerja juga tidak boleh bertato atau bertindik untuk pria dan tidak pernah mengalami patah tulang.
Adi mengatakan, selama di LPK Zai Japan para calon tenaga kerja yang akan berangkat ke Jepang akan dilatih untuk bisa berbahasa Jepang dan mengenal budaya Jepang.
Bila sudah menguasai bahasa Jepang, maka calon tenaga kerja bisa langsung dikirim ke Jepang dan bekerja di sana. Ada banyak bidang kerja yang tersedia di Jepang, mulai dari pabrik/ industri, keperawatan, restoran, pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, pengelasan, dan lainnya.
Sejak berdiri tahun 2018 yang lalu, LPK Zai Japan sudah memberangkatkan sekitar 1.000 orang untuk bekerja di Jepang.
Siti Kholifah, salah seorang siswa LPK Zai Japan, mengaku baru sekitar dua bulan belajar bahasa Jepang di LPK Zai Japan. Kini, dia mengau sudah mengerti bila ada yang berbicara bahasa Jepang. Bahkan, ketika menonton anime sudah mengerti tanpa menggunakan subtittle.
“Sudah 2 bulan,” imbuhnya. (luthfi)
























