SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Warga Komplek Taman Mangu Indah, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan kembali kebanjiran pada Senin (11/11). Banjir yang mencapai ketinggian 60 sentimeter membuat sebagian warga dievakuasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar tujuh kepala keluarga yang dievakuasi. Selain orang dewasa, satu bayi dan tiga balita turut dievakuasi menggunakan perahu karet Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel pada Senin malam.
Ajeng, salah satu warga menyampaikan bahwa ia mengevakuasi ketiga anaknya dari dalam rumah. Tingginya air membuat dia khawatir jika tetap bertahan di dalam rumah. Apalagi, ia mengaku nyaris terbiasa dengan peristiwa banjir semenjak ada perbaikan tanggul.
“Ini sudah sering banjir karena ada perbaikan juga, tinggi sampai sedada orang dewasa. Ini saya mau jemput anak di rumah karena masih bayi sama balita kasihan karena rumah saya terendam banjir,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, Coki menuturkan bahwa pihaknya mencatat ada 500 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat banjir tersebut. Ketinggian air, kata dia, hingga 160 sentimeter itu mengharuskan bayi dan balita dievakuasi.
“Bayi ada satu orang, untuk balita tiga orang. Ketinggian kira lebih 160 sentimeter, sedada orang dewasa. Ini sekitar 9 RT hampir kurang lebih 500 kepala keluarga yang terdampak. Yang sudah dievakuasi ada di Blok A dan Blok B sekitar 7 kepala keluarga. Rata-rata mengungsi ke tempat saudara sekitar sini, dan warga lainnya masih bertahan di dataran yang lebih tinggi,” paparnya.
Baca Juga: Bayi di Depan Klinik Pondok Aren Diduga Hasil Hubungan Gelap, Ibu Dirawat di Puskesmas
Coki menjelaskan, banjir disebabkan oleh tanggul kali yang tengah dalam proses perbaikan. Sehingga, volume air di dalam kali tersebut tumpah hingga merendam rumah warga.
“Kondisinya banjir ini karena ada tanggal yang sedang dalam proses perbaikan, namun tanggul darurat yang dibangun sementara ini tidak kuat menahan debit air yang terlalu besar dan juga curah hujan yang cukup deras,” sebutnya.
Coki menyampaikan, dalam proses evakuasi pihaknya mengalami kendala diantaranya terhalang oleh besi proyek perbaikan tanggul. Namun, kata dia, warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.
“Kesulitan tidak ada cuma memang ada beberapa akses yang tidak bisa kita lewati dengan perahu karena ada besi yang harusnya untuk tanggul di cor itu jebol dan menutup akses jalan. Ini debit airnya lebih besar dari yang sebelumnya,” jelasnya.
Pantauan di lokasi, akses masuk perumahan tersebut mulai dari gapura terputus aksesnya. Nampak hanya perahu berwarna orange milik BPBD terlihat keluar masuk area perumahan guna mengevakuasi warga.
Selain itu, titik banjir juga terpantau di Jalan Ceger Raya yang membuat akses lalu lintas terputus. Ketinggian air 40 sentimeter membuat sepeda motor banyak yang mogok akibat memaksa menerobos. (eko)
Baca Juga: Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Klinik Amalia Pondok Aren
























