SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Warga Komplek Taman Mangun Indah, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang sibuk membersihkan lumpur dari dalam rumahnya akibat terendam banjir selama dua hari.
Pantauan pada Rabu (13/11) pagi, nampak para warga mengeluarkan barang-barang miliknya dari dalam rumah. Banjir yang berlangsung sejak Senin lalu itu menyebabkan barang elektronik sampai pakaian tidak terselamatkan.
Ratusan warga yang terdampak banjir juga melakukan aksi protes menuntut ganti rugi kepada pihak vendor yang mengerjakan proyek tanggul di lokasi. Bentuk protes itu juga terlihat dalam spanduk yang terpasang di depan gapura perumahan.
Salah satu warga, Tri menyampaikan bahwa sejak tanggul dalam perbaikan sudah empat kali rumahnya terendam banjir. Dan jelas, lanjut dia, banjir disebabkan proyek tanggul yang tidak mempertimbangkan berbagai aspek.
“Sekarang lagi beberes lumpur, kasur sama barang-barang habis hancur. Beres-beres rumah aja sekarang. Di dalam rumah satu meter lebih kerendam, barang-barang elektronik baju semua habis,” ujarnya saat ditemui.
Menurutnya, alasan warga menuntut ganti rugi sangat mendasar lantaran barang-barang semua rusak. Harusnya, apabila pembangunan proyek dilaksanakan saat musim kemarau, kemungkinan tidak akan terjadi banjir.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
“Iya inginnya harus ada kompensasi dari pihak vendor pengerjaan tanggul, soalnya bukan cegah banjir malah bikin banjir tanggulnya, harusnya ada kompensasi. Perbaikan proyek tanggulnya kadang jalan, kadang kagak. Jadi ngga sesuai schedule,” paparnya.
“Harusnya bisa memperkirakan karena di Indonesia hanya ada dua musim kemarau dan hujan, harusnya sudah masuk musim penghujan dari bulan Oktober ke Maret harusnya tahu pengerjaannya gimana kalau di musim hujan dan apalagi berhubungan dengan air. Berarti kan kalau proyeknya belum selesai bakal terus kaya gini dan sangat merugikan bagi warga sekitar,” sambungnya.
Hal serupa diungkapkan warga lainnya Reza. Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali melakukan protes ke Dinas Sumber Daya Air Tangerang Selatan. Namun, kata dia, tidak ada tindak lanjut dan pihak Dinas hanya meminta maaf.
Reza menjelaskan, kegeraman warga sangatlah beralasan. Pasalnya, banjir hingga merendah tempat tinggalnya terakhir terjadi pada tahun 2007 silam. Walaupun banjir, air hanya hitungan jam akan surut kembali walaupun masih menggunakan tanggul yang lama.
“Sudah beberapa kali protes dari pihak dinas sumber daya airnya cuma bilang minta maaf aja engga ada tanggung jawab sama sekali. Sedangkan dari 2007 tidak pernah banjir lagi, kalau banjir pun hanya genangan habis itu surut. Walaupun pakai tanggul lama air luber tidak pernah masuk ke dalam rumah,” jelasnya.
Reza menambahkan, sepenuhnya tidak bisa disalahkan banjir ini akibat kondisi alam. Ia juga menyebut bahwa para warga juga tidak merasakan adanya sosok Wali Kota Tangsel yang saat ini dipimpin oleh Pjs Tabrani.
Baca Juga: Anggota DPRD Tangsel Desak Pembebasan Lahan Warga Cipeucang Dihargai Layak
“Jadi menurut saya ngga bisa disalahkan alam juga, tapi harus tanggung jawab mereka juga. Tanggung jawab kerugian untuk masyarakat di Komplek Taman Mangu Indah. Pemerintah juga, Pjs Wali Kota pun tidak ada tanggung jawab, tidak ada datang ke kita sangat lambat. Bantuan juga cuma nasi bungkus, gitu aja,” pungkasnya. (eko)
