SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Ruang perawatan untuk bayi yang baru lahir di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin lengkap. Di rumah sakit milik Pemkot Tangsel ini hadir poli khusus neonatologi untuk penanganan masalah kesehatan bayi yang baru lahir.
Dokter Spesialis Anak Sub Spesialis Neonatologi RSU Kota Tangsel, dr. Arum Gunarsih, Sp.A (K) mengatakan, pelayanan neonatologi di RSU Kota Tangsel sudah lama atau sejak rumah sakit ini berdiri.
“Cuma sebelumnya neonatologinya ini lebih di ruang rawat. Jadi bayi yang sakit, baru lahir, premateur, lahir gak langsug nangis, kelainan jantung, dirawatnya di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) atau ICU-nya untuk bayi-bayi,” kata dokter Arum.
“Kalau sudah sembuh dari perawatan di NICU, kontrolnya ke dokter anak yang lain. Sekarang dibuat poli khusus, supaya mereka kalau kontrol bisa lanjut ke dokter yang menangani sebelumnya. Karena kasihan juga kalau dirawatnya dengan bayi-bayi yang sudah besar. Ini kan bayinya masih kecil-kecil, khawatirnya kalau bareng sama yang sudah gede, kalau ada yang batuk pilek bisa tertular,” sambungnya.
Pasien bayi yang baru lahir pulang dari NICU bisa konsultasi mengenai masalah yang dihadapi langsung ke poli neonatologi.
“Sampai satu bulan. Kalau sudah lebih dari satu bulan, kontrolnya ke dokter anak yang lain. Jadi intinya kita melayani untuk natonologi kasus-kasus bayi yang lahir dengan kelainan, atau bayi yang perlu tindakan medis yang usianya kurang dari satu
bulan,” terangnya.
Dikatakan Arum, bayi yang sehat umumnya lucu, menyusu dan menangis. Tapi ada bayi-bayi yang kurang beruntung. “Jumlahnya sih gak banyak, kira-kira 10 persen dari bayi yang lahir mengalami masalah. Seperti tiga hari baru lahir mengalami kuning, nanti dirawatnya di perinatologi atau ruang perawatan bayi sakit ringan. Kalau NICU itu bayi baru lahir sakitnya berat, perlu alat bantu nafas, perlu oksigen atau macam-macam tindakan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Pria Tertemper KRL di Serpong Masih Dirawat di RSU Tangsel
Bayi-bayi yang kurang beruntung tersebut biasanya lahir prematur atau beratnya hanya 900 gram atau 1 kilogram, sehingga membutuhkan perawatan khusus. “Bayi prematur adalah bayi kurang bulan, atau kurang 37 minggu. Perawatannya di NICU. Bayi yang cukup bulan biasanya beratnya lebih dari 2,5 kilo,” ujarnya.
Menurut Arum, fasilitas NICU di RSU Kota Tangsel sendiri sebenarnya sudah lengkap. “Hanya saja kita belum punya dokter bedah anak dan dokter bedah syaraf, jadi kolaborasimya belum jalan. Kalau ada bayi yang membutuhkan penanganan bedah seperti bayi yang berhubungan dengan otak, kita belum bisa menangi karena kita belum punya dokter bedah syaraf. Juga bayi hidrosefalus, kita belum bisa, makanya dirujuk ke rumah sakit yang sesuai,” bebernya.
Pelayanan poli natonologi di RSU Kota Tangsel sendiri buka setiap hari 24 jam. Pelayanan poli ini bisa dicover dengan BPJS, sedangkan pendaftarannya bisa melalui online. “Untuk rawat jalannya memang kendalanya masih berbagi ruangan dengan dokter anak yang lain. Kita ada 5 dokter anak. Saya kebagian hari Selasa dan Kamis,” ujarnya.
Bayi baru lahir yang mengalami masalah apakah juga akan terkena stunting? “Stunting itu artinya kan bayinya kenaikan berat badan gak bagus, bayinya pendek, kalau bayi baru lahir tidak bisa dikategorikan stunting atau tidak, tapi berisiko stunting. Makanya kita harus dekati terus, harus kontrol tiap bulan, karena berisiko stunting,” pungkasnya. (eko)
























