SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) telah mencabut tiang yang nyaris roboh di Jalan Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, pada Senin (19/11). Humas DSDABMBK Kemal Fauzi menyampaikan bahwa tiang tersebut merupakan penyangga milik perusahaan atau tiang kabel fiber optik (FO). Kata dia, setelah dibongkar, tiang itu tidak lagi dipasang.
“Bukan tiang listrik, itu tiang kabel FO,” ujar Kemal saat dikonfirmasi, Selasa (19/11).
Kemal mengklaim, penampakan kabel semrawut itu sudah dipotong paksa oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Kata dia, pihaknya hanya melakukan pengawasan di lapangan.
“Iya itu sebagian ada yang diputus sebagaian yang masih tersambung ditarik. Milik FO, itu yang diputus sampah kabel di atas yang sudah tidak aktif. Sebagian masih aktif,” ucapnya.
Kata Kemal, alasan kabel semrawut baru dirapikan lantaran menunggu pihak Apjatel untuk melakukan pemutusan. Pasalnya, petugas dari DSDABMBK tidak mempunyai alat potong kabel berwarna hitam tersebut.
“Iya kemarin kan laporannya masuk dari Sabtu, petugas kita sudah kesana ada beberapa yang kita potong, karena masuknya di Sabtu-Minggu, Apjatel itu libur. Dinas kita juga tidak ada alatnya jadi baru hari Senin dari pihak Apjatel mengirim petugasnya. Petugasnya dari Apjatel, kita mengawasi saja. Kemarin kita cek lagi setelah viral itu banyak yang sampah kabel kabel tidak aktif,” lanjut Kemal.
Kemal menambahkan nantinya semua kabel semrawut di Tangsel bakal dirapikan ke dalam tanah. Tetapi, hal tersebut dilakukan secara bertahap.
“Iya rencananya memang tahun depan ditanam dalam tanah. Iya bertahap liat nanti tahun depan sesuai dengan dari pihak Apjatel,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiang listrik nyaris roboh di Jalan Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya diperbaiki. Keberadaan tiang listrik tersebut tidak hanya membahayakan, tetapi juga menyebabkan kemacetan parah terutama pada pagi dan sore hari.
Salah satu warga, Tini (43) mengatakan bahwa tiang yang condong kearah jalan itu sudah sekian satu bulan. Kata dia, warga pun sudah sering mengeluhkan kepada ketua RT RW setempat. Namun, tidak ada tindakan lanjut untuk dilakukan perbaikan.
“Udah lumayan lama, ada sekitar satu bulan. Tiang listriknya miring, kabelnya terlalu rendah, jadi kalau ada mobil besar lewat pasti kena. Apalagi kalau pagi sama sore, udah macet parah,” ujarnya, Senin (18/11).
Untuk diketahui, kabel semrawut di kota berjuluk anggrek masih menjadi persoalan yang serius dan belum sepenuhnya teratasi. Disejumah titik masih banyak kabel menjuntai yang merusak estatika serta membahayakan pengguna jalan. Salah satu titik lainnya berada di Jalan Pahlawan Serua. (eko)