Rabu, 9 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Tinjau Lokasi TPAS Regional, Al Ingin Pengolahan Sampah Dimaksimalkan

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Kamis, 21 Nov 2024 16:03 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Tinjau Lokasi TPAS Regional, Al Ingin Pengolahan Sampah Dimaksimalkan
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Pj Gubernur Banten Al Muktabar, menginginkan pengolahan sampah dioptimalkan, dari tingkat rumah tangga sampai ke tingkat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) regional.

Di tingkat rumah tangga, masyarakat dihimbau untuk bisa memisahkan penempatan antara sampah organic dan non organik.

Hal itu diungkapkan Al Muktabar, seusai melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan TPAS Regional Provinsi Banten, di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis (21/11/2024).

Menurut Al, untuk membiasakan itu, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh sehingga masyarakat benar-benar mengetahui dan sadar akan pentingnya memilah jenis-jenis sampah itu.

“Dengan begitu maka pengolahan sampah di TPAS akan semakin mudah, karena sudah dipilah terlebih dahulu dari tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Setelah di TPAS, sampah itu akan diolah berdasarkan jenisnya. Pengolahan dilakukan oleh Perusahaan dari pihak swasta. Nanti untuk yang organic bisa diolah menjadi pupuk, sementara yang non organic bisa diolah menjadi berbagai jenis produk dan lainnya.

Baca Juga: Damenta Kosongkan Posisi Pj Sekda Banten

“Dengan begitu maka setiap sampah yang masuk dapat terurai dan dimanfaatkan seutuhnya. Dengan begitu maka TPSA regional itu akan bertahan dalam waktu yang cukup panjang,” pungkasnya.

Al mencontohkan, penerapan pengolahan sampah di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Di sana, menurut Al, pemilahan sampah itu secara disiplin dimulai dari tingkatan rumah tangga.

BeritaTerbaru

MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang, yang diduga hilang di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Tim Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 11:14 WIB
BERDOA BERSAMA -- Pengurus dan jajaran anggota SMSI-PWI Pandeglang, berdoa bersama untuk keselamatan 5 Jurnalis 2 Crew Kapal dan 1 Guide, yang hingga kini hilang kontak. (ISTIMEWA)

5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama

Rabu, 9 Sep 2026 10:50 WIB
MEMIMPIN RAKOR : Gubernur Banten Andra Soni (kanan), memimpin rakor pemantauan aktivitas GAK. (ISTIMEWA)

Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 10:00 WIB
Liput Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rombongan Wartawan Hilang Kontak

Liput Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rombongan Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 07:39 WIB

Sampah-sampah itu, digantung di depan dengan rapi sesuai jenisnya, untuk kemudian diambil oleh petugas yang mengambil secara terjadwal.

“Itu yang harus dijadikan contoh. Kalau di kita kan, kadang ada pengepul yang mengambil. Pola menejemen itulah yang harus mulai diterbtibkan dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, dalam Kawasan TPAS regional itu juga Al memastikan akan tetap hijau dan hutannya terjaga dengan baik.

Pasalnya dari 150 hektar luas lahan yang digarap, hanya Sebagian kecil saja yang akan dioptimalkan untuk bangunan pabrik pengolahan, sisanya akan kita biarkan hijau.

Baca Juga: Pj Gubernur Soroti Kinerja Plt Kadis, Dianggap Kurang Efektif

“Kalau tetap hijau, mudah-mudahan bisa meminimalisir bau tidak sedap juga,” pungkasnya.

Dikatakan Al, pembangunan TPAS regional ini merupakan cita-cita yang sudah lama diinginkan, namun baru bisa diterapkan saat ini.

Maka pada waktu itu, dirinya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk membicarakan pemanfaatan kawasan hutan yang ada di Cileles untuk dimanfaatkan sebagai TPAS regional.

Dengan konsep itu, Pemprov tentu akan membayar penerimaan negara bukan pajaknya sesuai peraturan perundangan.

“Selain itu, kawasan ini nantinya tidak jauh dari exit tol Serang-Panimbang pada 4-7 KM, sehingga biaya angkut dari kabupaten kota ke Provinsi Banten,” ucapnya.

TPAS regional itu rencananya akan dibangun di lahan milik perhutani seluas 150 hektar di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak. Sehingga proses izin pemanfaatan lahan itu harus keluar dulu dari kementrian lingkungan hidup, baru kemudian kita bisa lakukan pembangunan.

“Itu kita memanfaatkan lahan hutan produktif. Jadi tidak ada pembebasan lahan lagi. Paling hanya untuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) nya sekitar Rp38 juta perhektarnya atau sekitar Rp5 miliar yang itu akan kita anggarkan juga di APBD 2025,” kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan.

Dari luas lahan itu, rencananya yang akan digunakan untuk pembangunan pabriknya hanya sekitar 10-20 hektar saja. Sedangkan sisanya akan dibiarkan tetap hijau seperti semula. Kita jaga kondisinya.

“Konsepnya nanti kita tawarkan ke investor, termasuk untuk pengolahannya,” imbuhnya.

Dengan adanya TPSA regional itu bisa dimanfaatkan oleh seluruh Pemda yang ada di Provinsi Banten. apalagi aksesnya nanti dekat dengan pintu keluar tol Serang-Panimbang, sehingga bisa lebih mudah.

“Kita cukup besar kapasitasnya. Insya Allah bisa menampung sampah dari seluruh Pemda di Banten ini. Apalagi nanti disana juga ada pabrik pengolahannya,” pungkasnya.

Melihat desakan kebutuhan akan TPA Regional itu, Arlan mengupayakan akhir tahun 2025 bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Meskipun tahapan kontruksi sesungguhnya belum dilakukan. Sebagai tahap awal, Arlan mengupayakan bisa dilakukan dengan metode damping. (luthfi)

Tags: al muktabarPj Gubernur BantenTPAS Regional
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

CEK UDARA -- Petugas Dinas LH Kabupaten Lebak, saat melakukan pengecekan kondisi udara di Kabupaten Lebak, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik GAK Masih Terdeteksi, Kualitas Udara di Lebak Level Sedang

Selasa, 8 Sep 2026 20:14 WIB
ASN Pemkab Lebak, sedang mengikuti apel pagi. (ISTIMEWA)
Banten Region

Nasib 3.508 PPPK Paruh Waktu Lebak Menggantung

Selasa, 8 Sep 2026 20:08 WIB
PATROLI MALAM - Anggota Polsek Rangkasbitung, saat melakukan patroli di Jalan Multatuli Rangkasbitung. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Patroli Jalanan Kota Rangkasbitung Dimasifkan, Balap Liar dan C3 Diburu

Selasa, 8 Sep 2026 20:02 WIB
Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang
Headline

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam

Selasa, 8 Sep 2026 19:53 WIB
Gubernur Banten Andra Soni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 18:41 WIB
MEMBERIKAN INFORMASI : Pemateri acara workshop anti hoax, menyampaikan materi perbedaan informasi sebenarnya dengan berita hoax. (ISTIMEWA)
Banten Region

Penguatan Literasi, Pemprov bersama ICN Banten Antisipasi Penyebaran Hoax

Selasa, 8 Sep 2026 18:34 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Rabu, 9 Sep 2026 07:33 WIB

Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari

Selasa, 8 Sep 2026 11:03 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.