SATELITNEWS.COM, LEBAK— Sekretaris daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak Budi Santoso menyebut butuh anggaran Rp 8,8 miliar untuk menangani stunting.
“Ya membutuhkan anggaran sebesar Rp 8,8 miliar untuk menangani stunting yang ada di Kabupaten Lebak. Untuk setiap anak stunting itu dibutuhkan Rp2,7 juta. Di Lebak ada 3.862 anak stunting,”ujar di Rangkasbitung.
Budi menjelaskan, sejak Januari hingga akhir Oktober tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Lebak telah melakukan intervensi dan bantuan kepada puluhan balita. Dari dana donasi dan inovasi Jumat Serius, katanya telah tersalurkan Rp130 juta lebih untuk 47 balita stunting di Kabupaten Lebak.
Namun, hal itu dinilai belum tercukupi sehingga butuh kolaborasi dari berbagai puhak khususnya para investor yang telah menanamkan modalnya di Lebak. “Maka dari itu, kolaborasi seluruh pihak harus kita kuatkan bersama untuk menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Lebak,” tandasnya.
Donasi di minimarket bakal diminta untuk tangani sunting di Lebak. Budi yang juga Ketua Pelaksana Tim Penurunan Percepatan Stunting (TPPS) Lebak mengaku berencana akan melakukan hal itu untuk mengoptimalkan penanganan permasalahan tersebut.
“Kita kan sering berbelanja di minimarket gitu ya ada kembalian Rp200 atau Rp300 dan diminta didonasikan oleh kasir, nah nanti kita rencanakan untuk meminta donasi tersebut disalurkan untuk stunting di Lebak,” imbuhnya.
Baca Juga: Direvisi, Jam Kerja ASN Lebak Dimulai Pukul 06.30 WIB
Sejauh ini ada program ‘Satu Telur Sehari’ yang digagas Alfamart dalam menurunkan prevalensi angka stunting. Program berkelanjutan Alfamart Sahabat Posyandu dengan memberikan satu telur sehari kepada 650 anak ini dilakukan selama 3-6 bulan penuh di Agustus 2024 hingga Januari 2025.
Salah satunya di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Lebak terdapat 37 Anak yang terindikasi stunting akan menjadi sasaran utama Alfamart pada program ini. Program ini menggandeng Dinas Kesehatan, seperti Puskesmas dan kader Posyandu dalam pendistribusian telur setiap harinya kepada penerima manfaat.
Corporate Affair Director Alfamart, Solihin mengatakan, program nutrisi berupa protein ini hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi ibu dan anak untuk tumbuh kembangnya. “Program posyandu berkelanjutan ini tidak hanya memberikan pelayanan reguler kepada para ibu untuk dapat mengecek tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), juga memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil serta kegiatan positif lainnya,” pungkasnya.(mulyana)
























