SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Satu orang warga Kampung Pamatangsempur RT/RW 007/003, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Toni (25), hanyut terbawa arus sungai Cangkore, Senin (2/12/2024) sore. Hingga pukul 20.09 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Cikeusik, Angga Permana mengatakan, kejadian hanyutnya seorang warga Kecamatan Cikeusik sekira pukul 16.40 WIB. Korban terbawa arus Sungai Cangkore yang meluap, karena intensitas hujan yang tinggi.
“Telah terjadi peristiwa orang hanyut di kali (sungai,red) Cangkore, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik pukul 16.40 WIB. Hingga malam ini, korban belum berhasil ditemukan,” kata Angga, Senin (2/12/2024).
Angga menerangkan, korban bersama tiga orang rekannya sedang berenang di jembatan Cangkore. Ketiga rekannya itu yakni, Warnacim, Saca, dan Warna. Padahal, Toni diketahui tidak bisa berenang, tetapi memilih ikut untuk berenang disungai tersebut.
“Jadi Toni yang duluan turun ke air jembatan, tidak bisa berenang diakibatkan luapan air jembatan yang deras,” tandasnya.
“Kemudian upaya teman korban menolong, tetapi tidak tertolong dikarenakan korban Toni terbawa arus sungai, sempat terlihat oleh warga, korban berpegangan di pohon bambu namun karena derasnya arus sungai, korban terbawa kembali,” sambungnya.
Baca Juga: Babinsa Koramil 0101/Pandeglang Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 965 KPM
Angga mengatakan, peristiwa itu kemudian disampaikan kepada semua pihak terkait, dan melakukan pencarian. Akan tetapi, hingga malam korban belum berhasil ditemukan.
“Upaya pencarian, dengan menyisir pinggiran sungai telah dilakukan oleh anggota Polsek dan warga sekitar, namun sampai saat ini korban belum ditemukan,” ujarnya.
Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten, Hairoe Amir Abyan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan menerjunkan tim ke lokasi.
Proses pencarian, kata dia, akan dilakukan selama tujuh hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)
“Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, menurunkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Pandeglang, dengan dilengkapi peralatan air berupa perahu karet, motor tempel dan aqua eye untuk melakukan pencarian terhadap korban,” imbuhnya. (adib)
























