SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Korban hanyut atas nama Toni (25), warga Kampung Pamatangsempur RT/RW 007/003, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, ditemukan tewas alias tak bernyawa, Selasa (3/12/2023).
Sebelumnya dikabarkan, korban dikabarkan tenggelam di aliran Sungai Cangkore, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Senin (2/12/2023) kemarin.
Kepala Seksi (Kasi) Damkar dan Keselamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Yosep Mardini mengatakan,, tim gabungan yang melakukan pencarian terhadap orang tenggelam di aliran Sungai Cangkore, kini dihentikan, setelah korban ditemukan tak bernyawa.
“Sudah kita temukan korbannya, kita temukan Toni jam setengah empat sore, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka, untuk dimakamkan,” kata Yosep, Selasa (3/12/2024).
Yosep mengatakan, tim pencari melakukan penyisiran disepanjang aliran sungai tersebut, menggunakan perahu karet. Hasilnya, korban ditemukan mengambang dan sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
“Kita terus melakukan pencarian, kemarin bahkan sampai malam kita melakukan pencarian. Sekarang juga sejak pagi, kita terus mencari meski kondisi air tinggi. Alhamdulillah, sudah ketemu korbannya,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, satu orang warga Kampung Pamatangsempur RT/RW 007/003, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, atas nama Toni (25) hanyut terbawa arus Sungai Cangkore, Senin (2/12/2024) sore. Hingga pukul 20.09 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Cikeusik, Angga Permana mengatakan, kejadian hanyutnya seorang warga Kecamatan Cikeusik sekira pukul 16.40 WIB. Korban terbawa arus Sungai Cangkore yang meluap, karena intensitas hujan yang tinggi.
“Telah terjadi peristiwa orang hanyut di kali (Sungai,red) Cangkore, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik pukul 16.40 WIB. Hingga malam ini, korban belum berhasil ditemukan,” katanya.
Angga menerangkan, korban bersama tiga orang rekannya sedang berenang di jembatan Cangkore. Ketiga rekannya itu yakni, Warnacim, Saca, dan Warna. Padahal, Toni diketahui tidak bisa berenang tetapi memilih ikut untuk berenang di sungai tersebut.
“Jadi Toni yang duluan turun ke air jembatan, tidak bisa berenang diakibatkan luapan air jembatan yang deras,” ujarnya.
“Kemudian upaya teman korban menolong, tetapi tidak tertolong dikarenakan korban Toni terbawa arus sungai, sempat terlihat oleh warga, korban berpegangan di pohon bambu namun karena derasnya arus sungai, korban terbawa kembali,” sambungnya.
Angga mengatakan, peristiwa itu kemudian disampaikan kepada semua pihak terkait, dan melakukan pencarian. Akan tetapi, hingga malam korban belum berhasil ditemukan.
“Upaya pencarian, dengan menyisir pinggiran sungai telah dilakukan oleh anggota Polsek dan warga sekitar, namun sampai saat ini korban belum di temukan,” imbuhnya. (adib)