SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melaksanakan inpeksi keselamatan kendaraan atau ram check di Terminal Pondok Cabe Pamulang, pada Rabu (11/12).
Kegiatan ram check yang dilakukan secara gratis guna memeriksa dari aspek keselamatan dari armada bus menjelang Natal dan Tahun Baru. Dimana, pemeriksaan itu bertujuan untuk menginspeksi dari sisi perlengkapan dan keselamatan armada bus angkutan.
Adapun item-item yang dilakukan ram check pada armada bus antara lain pemeriksaan dokumen hingga teknis kendaraan seperti rem, lampu, ban, sistem alat kemudi hingga peralatan tanggap darurat.
Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa digelarnya ram check adalah salah satu upaya meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kata dia, tidak menutup kemungkinan kendaraan pribadi juga akan dilakukan pengecekan.
“Biasanya di mall, kantor pemerintah, di terminal, angkutan penumpang wajib di cek karena kami menghindari kejadian kecelakaan lalulintas, tidak menutup kemungkinan jumlah kendaraan pribadi kita bisa melakukan pengecekan,” ujarnya.
Pelaksana Subdirektorat Pengawasan BPTJ Kementerian Perhubungan, Irawan menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mendukung kegiatan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Baca Juga: Demi Bus Sekolah Gratis, Dishub Tangsel Geser Anggaran Rp400 Juta
Menurutnya, melalui operasi yang berlangsung sejak pagi hari itu dipastikan secara detail setiap bus yang masuk ke terminal tipe A tersebut. Sejauh ini, sudah ada dua kendaraan yang lulus pemeriksaan dan ada juga harus segera dilakukan perbaikan.
“Hari ini ada dua unit bis yang laik. Artinya dia bisa (beroperasi). Kita kan kalau yang laik atau lulus kita ditempel stiker gitu, stiker inspeksi keselamatan. Ini sudah dilakukan inspeksi keselamatan dan sudah laik atau lulus. Kemudian ada juga 8 unit yang masih perlu perbaikan gitu, mana yang kurang-kurang diperbaiki,” paparnya.
“Rata-rata yang kurang misalkan seperti palu pemecah kaca yang kurang, kotak P3K tidak ada atau lampu sennya ada yang mati, tidak berfungsi, ya seperti itu aja sih,” lanjutnya.
Irawan menambahkan, kegiatan serupa masih akan berlangsung sampai Jumat (13/12) mendatang. Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, kedepannya akan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pemeriksaan tes urine kepada para sopir bus.
“Mungkin bisa saja nanti kita dengan Dinas Kesehatan bekerjasama untuk melakukan tes urine kepada pengamudi gitu,” pungkasnya. (eko)

















