SATELITNEWS.COM, SERANG–Sebanyak 35 ribu balita di Banten didiagnosa mengalami stunting. Angka ini didapat melalui metode pendataan sesuai nama, alamat dan menimbang secara langsung 840 ribu anak.
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Rabu (11/12) menjelaskan, pengentasan stunting bakal menjadi salah satu fokus program pemprov pada 2025, terbukti dengan adanya alokasi anggaran terkait hal tersebut.
“Kita sudah merancang APBD 2025 Banten akan fokus ke sana (stunting, red). Ada dapur PKK yang akan dipergunakan, dapur rumah tangga bagi tetangganya yang mengalami stunting, dan lain sebagainya,” katanya.
Pada rapat bersama Wakil Presiden Gibran beberapa waktu lalu, Al mengaku telah meluruskan data penderita stunting di Banten, dari semua 25 persen jumlah penduduk sesuai Badan Pusat Statistik (BPS), menjadi 4 persen setelah mengganti metode penghitungannya.
Sehingga, lanjutnya dari total 840.000 balita yang didata terdapat 35.000 ditangani pada akhirnya oleh Pemprov Banten, kemudian bakal terus ditekan pada tahun-tahun selanjutnya.
“Kita melakukan pendekatan yang komprehensif dan integral, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada waktunya juga akan ada kepala daerah yang baru, dokumen perencanaannya sudah kita siapkan. Sehingga bisa insert untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Dia berjanji untuk berkomunikasi dengan kepala daerah terpilih sebagai langkah lanjutan program pemprov yang telah berjalan saat ini untuk kemudian hari berlanjut. (rus/bnn)
























