SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang kembali membuka Balai Latihan Kerja (BLK) setelah sempat tutup karena pandemi Covid-19. Hal ini menyusul Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang terjadi di Kota Tangerang. Tercatat, ada 8.207 karyawan yang mengalami PHK di Kota yang berjuluk Akhlaqul Karimah ini.
“Kalau kita di Disnaker sendiri ada BLK, paling kita mengadakan pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Tangerang Asep Rahmat, Selasa (7/7). Dia menuturkan, saat ini terdapat tiga lokasi pelatihan BLK. Yaitu, BLK Cibodas, Larangan, dan Benda. Menurutnya, tiga BLK itu sudah berjalan. “Sejauh ini sudah berjalan. Di kota ada tiga, ada di Cibodas, Larangan, dan Benda,” katanya.
Asep menjelaskan, terdapat 71 perusahaan yang terdampak Covid-19. Dengan rincian, 6.236 karyawan dari 52 perusaaan mengalami PHK dan 1.971 karyawan dari 22 perusahaan mengalami di rumahkan. Namun, tidak semua karyawan yang mengalami pemecatan berasal dari Kota Tangerang. Yang ber KTP Kota Tangerang sebanyak 808 orang yang mengalami PHK dan 460 orang di rumahkan. “Jadi totalnya 1.268 orang,” paparnya.
Dari jumlah tersebut, kata Agus, Covid-19 menyumbang angka pengangguran di Kota Tangerang sebanyak 7 persen. “Dari PHK aja sekitar 8 ribuan, sekitar 7 persen penyumbang pengangguran,” katanya. Pencari kerja di Kota Tangerang juga mengalami peningkatan drastis. Sejak awal Juni ini hingga Jumat (26/6) lalu tercatat sebanyak 3.743 orang pencari kerja.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Wilopo Tetuko menyatakan, jumlah tersebut merupakan mereka yang membuat permohonan kartu tanda pencari kerja atau kartu kuning. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya. “Pada Januari tercatat ada 974 pencari kerja, Februari 1.177, Maret 505, April 127, dan Mei 311 pemohon,” ujarnya. (irfan/made)
























