SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Sudah dua bulan, satu orang pelajar yang berstatus daftar pencarian orang (DPO) atas kasus tawuran yang menewaskan satu orang belum juga tertangkap. Hal tersebut diakui Kapolsek Pondok Aren, Kompol Muhibbur Rahman Al Anwari.
Muhibbur mengklaim, pihaknya masih melakukan pendalaman. Padahal, delapan orang lainnya sudah diamankan sejak beberapa bulan lalu. Saat ditanya soal kendalanya, ia tidak memberikan jawaban pasti.
“Masih kita dalami juga itu nanti penanganan. Nanti hasilnya, sementara belum, masih kita dalami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/1/2025).
Sebelumnya, jajaran Polsek Pondok Aren sudah menangkap delapan orang pelajar dalam kasus tersebut. Dari delapan pelaku yang diamankan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka (TSK), sementara tujuh lainnya merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH). Lalu, pelaku lainnya masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Sebagai informasi, peristiwa tragis tersebut bermula dari bentrokan antar kelompok pelajar di sekitar Gang H Joan, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren pada bulan Oktober tahun lalu.
Tawuran tersebut mengakibatkan seorang remaja berinisial MEQ (15), pelajar kelas 1 SMA, tewas akibat luka tusukan di tangan dan paha. Selain korban meninggal dunia, tiga pelajar lainnya juga mengalami luka-luka akibat senjata tajam.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dalam waktu satu minggu. Namun, rupanya Polres Tangerang Selatan kesulitan untuk menangkap DPO tersebut. Hal itu disampaikan Victor pada Kamis (24/10) lalu.
“Delapannya itu sudah kita amankan, diduga sebagai pelaku atau yang turut melakukan. Kami masih mengejar ada satu orang pelaku. Yang jelas, yang terjadi di Pondok Aren kita sudah mengamankan beberapa pelaku, masih bekerja, belum tuntas masih bekerja. Kemudian kita akan menyampaikan rilis ini paling lambat minggu depan,” ujar Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Kamis (24/10). (eko)
























