SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengeluhkan saluran irigasi yang tersendat membuat rumah dan sawah setiap hujan kebanjiran. Pembangunan Tol Serang Panimbang disebut-sebut menjadi salah satu faktornya.
“Terakhir pekan lalu juga sempat banjir. Pokoknya beberapa tahun ini lah, semenjak pembangunan tol (Serpan). Kalau lagi parah enggak hanya merendam sawah, tapi masuk ke pemukiman,” kata salah satu warga Desa Cisangu, Rohman, Selasa (11/2/2025).
Warga menyebut banjir terjadi setelah dimulainya proyek tol Serang-Panimbang Seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung oleh PT Wijaya Karya (Wika) di wilayah tersebut. “Setelah adanya tol, aliran air di irigasi dan di Sungai Cisangu menjadi tak normal dan sulit mengalir. Hal tersebut yang kemudian membuat air menggenang dan sulit surut,” katanya.
“Sebelum adanya tol, memang banjir. Tapi langsung surut karena aliran lancar. Kini, aliran sungai terjadi penyempitan, akhirnya air balik lagi ke sawah dan menggenang lebih lama,” sambung Rohman.
Akibatnya, ujar Rohman beberapa petani mengalami kerugian yang parah karena padi yang sudah ditanami gagal tumbuh. Beberapa petani bahkan harus mengulang proses tanamnya tiga hingga empat kali pada satu kali musim tanam. “Ongkosnya jadi lebih mahal karena harus beberapa kali tanam. Belum lagi padi yang gagal panen. Selama ini pun belum ada pertanggungjawaban dari perusahaan,” terangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemerintah Desa Cisangu, 115 hektare sawah yang terendam tersebar di empat blok, yakni Blok 1,2,5 dan 8. Keempat blok tersebut berada di dua kampung, yaitu Kampung Cimenteng Jaya dan yang terparah di Kampung Bueuk dengan jumlah petani padi yang terdampak mencapai ratusan orang.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Kepala Desa Cisangu, Doli menyatakan bahwa warga di desanya hampir semua berprofesi sebagai penggarap sawah. “Tapi setelah ada tol, ya pertanian enggak pernah panen, ada yang tandurnya harus beberapa kali. Intinya semua lahan garapan pertanian di Desa Cisangu terdampak,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, Satelit News belum mendapat konfirmasi dari pihak pengelola Tol Serang-Panimbang. (mulyana)























