SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Komisi I DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pihak kepolisian untuk memperketat pengawasan dan pencegahan terhadap aksi premanisme yang melibatkan anggota organisasi masyarakat (ormas).
Permintaan ini disampaikan oleh anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PSI, Alex Prabu. Desakan ini menyusul adanya kasus kekerasan dan pemeradan yang dialami seorang guru TK di kawasan Permata Pamulang pada, Jumat (14/2/2025).
Alex mengapresiasi langkah cepat Polres Tangsel dalam menangkap dua pelaku premanisme yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan dan pemerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu di Tangsel.
“Saya mengapresiasi gerak cepat Polres Tangsel terhadap penangkapan dua preman yang melakukan kekerasan dan pemalakan terhadap guru TK di kawasan Permata Pamulang. Tidak ada toleransi terhadap ormas yg melakukan aksi premanisme di Tangsel,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (17/2/2025).
Selain menindak pelaku yang sudah tertangkap, Alex juga meminta aparat kepolisian untuk lebih aktif dalam melakukan pemantauan dan pencegahan aksi premanisme yang kerap meresahkan masyarakat. Menurutnya, tindakan pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang dan warga Tangsel merasa aman dalam beraktivitas.
“Saya juga minta polisi memantau dan melakukan pencegahan terhadap aksi premanisme yang sering meresahkan warga Tangsel,” jelas Alex.
Baca Juga: PPA Tangerang Selatan: Sekolah Wajib Lapor Jika Terjadi Kekerasan
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat aksi premanisme dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Diharapkan dengan pengawasan yang lebih ketat dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum, Tangsel bisa terbebas dari aksi-aksi intimidatif yang meresahkan warga.
Sebagai informasi, dua orang yang diduga merupakan anggota ormas menyerang seorang guru TK saat sedang latihan marching band bersama dengan peserta didiknya di Jalan di Jalan Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, pada Jumat lalu.
Alasan pelaku mengamuk lantaran tidak diberikan uang oleh guru. Atas dasar itulah keduanya membabi buta menampar hingga menyerang guru bernama Braja Dirgantara (20) menggunakan senjata tajam (sajam). Beruntung, Braja langsung menangkis sehingga tidak mengalami luka akibat sajam.
Usai aksi keduanya viral di media sosial (medsos) Instagram, kedua pelaku pun akhirnya dibekuk jajanan Polsek Cisauk kurang dari 24 jam. (eko)
