SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, mendorong agar peran Pondok Pesantren (Ponpes) lebih adaptif, dan memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan kehidupan masyarakat, baik secara sosial, kultur, ekonomi budaya maupun politik.
Apalagi saat ini, eksistensi Ponpes sudah mendapat pengakuan yang kuat dari masyarakat, sehingga memperkokoh perannya dalam memberikan warna perubahan yang lebih maju lagi.
“Begitu besarnya pengaruh Pondok Pesantren, terhadap perkembangan masyarakat,” kata Pj Gubernur Banten A Damenta, usai melepas peserta PPM Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 dan Darunnajah 17, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (18/2/2025).
Untuk itu, peran Ponpes sangat diperlukan dalam pembangunan daerah, baik pembangunan secara fisik maupun pembangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang maju dan berdaya saing menuju generasi Indonesia emas 2045.
Oleh karenanya, Damenta berharap, seluruh stakeholder pembangunan bidang pendidikan dan keagamaan dapat meningkatkan peranan Ponpes sebagai alat transformasi kultural yang menyeluruh dalam kehidupan masyarakat.
“Pemprov sendiri sepenuhnya mendukung pengembangan program pendidikan dan keagamaan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas pesantren melalui bantuan Ponpes, berikut sarana dan prasarana pendukung lainnya,” pungkasnya.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, katanya, Ponpes juga memiliki hubungan erat dengan masyarakat sekitar yang menghasilkan suatu pola kehidupan khas di lingkungan pondok pesantren yaitu kehidupan religius yang bersifat gotong royong.
“Ponpes dengan bentuk dan variasi proses pembelajarannya, merupakan bagian dari peradaban bangsa yang telah melekat kuat dalam sejarah bangsa,” jelasnya.
Saat ini, katanya, Ponpes menjadi lembaga pendidikan yang lebih maju, modern, dan berkualitas seperti pondok pesantren teknologi, pondok pesantren agrobisnis, pondok pesantren salafi dan yang lainnya.
Praktik pengabdian masyarakat ini merupakan tugas pengabdian yang dibebankan sebagai perwujudan dan keterkaitan emosional antara dunia pendidikan dengan masyarakat.
Kegiatan ini bukan hanya semata-mata untuk menyelesaikan kewajiban tuntutan kurikulum, yang dibebankan Ponpes kepada para santri sebelum menyelesaikan studi, akan tetapi harus menjadi pelajaran yang berarti bahwa kelak ketika ketika ananda sekalian sudah lulus harus mampu beradaptasi ditengah-tengah masyarakat dan senantiasa melanjutkan pendidikan menjadi manusia yang berguna, mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Peran serta santri peserta praktik pengabdian masyarakat agar memberikan kontribusi pada pelayanan dasar kepada masyarakat khususnya. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara interaktif dan sinergis antara para santri, aparatur pemerintah setempat dan masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu para santri dan pembimbing agar mampu mengadakan pendekatan sosio-kultural terhadap masyarakat sehingga lebih kooperatif dan partisipatif.
Sinergitas antara pembimbing, para santri dan aparatur pemerintah di lokasi Praktik Pengabdian Masyarakat, agar terus ditingkatkan.
“Berkolaborasi membantu masyarakat dalam mengembangkan kebutuhan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Pengasuh Darunnajah Cabang Serang Agus Sugianto menyampaikan terdapat 43 santri dan santriwati yang akan melaksanakan PPM di 4 daerah di Kabupaten Serang dan Kota Serang.
“Para peserta merupakan siswa kelas 12, nantinya para santri akan melakukan kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. Mulai dari membantu masyarakat, mengajar ngaji dan mengikuti kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Agus menuturkan kegiatan PPM tersebut merupakan bagian pendidikan pesantren dalam melakukan pembinaan karakter para santri serta menjadi pengalaman dan pengabdian.
“Itu sesuai moto Ponpes kami, yaitu memberi wawasan, pengarahan dan peringatan agar tidak keluar dari jalur yang benar,” katanya. (luthfi)