Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Nasib 9 WNI Korban Israel Belum Jelas, Indonesia Minta Bantuan Turki

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 20 Mei 2026 17:01 WIB
Rubrik Nasional
Nasib 9 WNI Korban Israel Belum Jelas, Indonesia Minta Bantuan Turki

Sembilan WNI relawan kemanusiaan Gaza ditangkap Israel, setelah armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dicegat di perairan sekitar Siprus, Mediterania Timur. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Nasib dan keberadaan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel belum jelas. Indonesia meminta bantuan Turki dan Yordania untuk membebaskan para relawan kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel tersebut, setelah armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dicegat di perairan sekitar Siprus, Mediterania Timur.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia mengandalkan komunikasi melalui Turki dan Yordania karena tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. “Awalnya tujuh, tetapi berdasarkan informasi terbaru jumlah WNI yang ditahan menjadi sembilan orang yang tergabung dalam Global Flotilla,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, lima WNI dilaporkan ditahan Israel pada Senin (18/5/2026) saat armada bantuan internasional menuju Gaza dicegat di perairan Mediterania Timur. Jumlah tersebut bertambah menjadi tujuh orang pada Selasa (19/5/2026), sebelum akhirnya seluruh sembilan relawan itu dipastikan ditahan pada Rabu.

Menurut Sugiono, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kondisi para relawan Indonesia dalam keadaan baik dan memperoleh perlakuan yang layak selama masa penahanan.

“Kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung untuk memastikan kondisi mereka baik dan diperlakukan dengan baik,” katanya.

Sugiono mengecam tindakan Israel yang menahan para relawan kemanusiaan tersebut. Ia menilai misi yang dijalankan para peserta flotilla merupakan misi damai untuk membantu warga Palestina di Gaza.

BeritaTerbaru

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB
IMG_20260516_141130

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB

“Apa yang dilakukan Israel merupakan tindakan yang melanggar kemanusiaan. Mereka datang dalam misi damai untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza,” tegasnya.

Selain jalur diplomatik melalui negara ketiga, Kementerian Luar Negeri juga menunjuk lembaga bantuan hukum hak asasi manusia Adalah untuk mendampingi para relawan Indonesia.

“Kita sudah menunjuk pengacara dari Adalah yang juga menangani kasus-kasus sebelumnya. Jalur itu yang kita gunakan bersama komunikasi melalui Yordania dan Turki,” kata Sugiono.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan sembilan WNI tersebut merupakan bagian dari rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang mengikuti misi GSF 2.0.

“Berdasarkan informasi terkini pukul 07.13 WIB, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dilaporkan telah ditangkap Israel,” ujar Heni dalam keterangannya.

Menurut Heni, para WNI berada di sejumlah kapal berbeda dalam armada bantuan internasional tersebut. Mereka berasal dari berbagai organisasi kemanusiaan dan media nasional. Di antara para relawan yang ditahan terdapat tiga jurnalis Indonesia yang ikut mendokumentasikan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kesembilan WNI tersebut ialah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari GPCI–Dompet Dhuafa yang berada di Kapal Zapyro; Andi Angga Prasadewa dari GPCI–Rumah Zakat yang berada di Kapal Josef; Asad Aras Muhammad dari GPCI–Spirit of Aqsa serta Hendro Prasetyo dari GPCI–SMART 171 yang berada di Kapal Kasr-1.

Sementara itu, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah merupakan jurnalis Republika, Andre Prasetyo Nugroho merupakan jurnalis Tempo, serta Rahendro Herubowo berasal dari Tim Media GPCI. Mereka berada di Kapal BoraLize dan Ozgurluk.

Kemlu menyatakan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran terus dimaksimalkan untuk memastikan perlindungan para WNI dan memperjuangkan pembebasan mereka. Pemerintah juga berharap seluruh relawan Indonesia dapat segera dibebaskan dan dipulangkan ke tanah air.

“Hingga saat ini Kemlu dan Perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait guna memastikan pelindungan terhadap para WNI tersebut,” kata Heni.

Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan gerakan solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Armada tersebut melibatkan relawan dan organisasi dari berbagai negara yang berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut.

Pencegatan terhadap armada bantuan internasional kembali memicu sorotan terhadap blokade Israel di Gaza yang selama berbulan-bulan menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Belum ada keterangan resmi dari otoritas Israel mengenai lokasi penahanan maupun kemungkinan pembebasan para relawan internasional tersebut. (rmg/xan)

Tags: israelkorbanturkiwni
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu
Edukasi

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Pasokan KDKMP Terhambat, Bupati Tangerang Desak Bulog dan Pertamina Percepat Dukungan

Pasokan KDKMP Terhambat, Bupati Tangerang Desak Bulog dan Pertamina Percepat Dukungan

Minggu, 17 Mei 2026 18:38 WIB
Akademisi STIKes Salsabila, Serang, Yusransyah. (ISTIMEWA)

Aturan Penjualan Obat Dikritisi, Akademisi Sebut Pertaruhan Besar

Rabu, 20 Mei 2026 13:15 WIB
Parkir Liar "Merajalela" di Kawasan Taman Elektrik, Begini Respons Kadishub Kota Tangerang

Parkir Liar “Merajalela” di Kawasan Taman Elektrik, Begini Respons Kadishub Kota Tangerang

Rabu, 20 Mei 2026 15:59 WIB
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Haerofiatna. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Akan Biayai Korban Pencabulan Di Kramatwatu

Senin, 18 Mei 2026 19:05 WIB
Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Selasa, 19 Mei 2026 19:25 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.