SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Sekelompok orang bersenjata tajam mengancam belasan warga Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada, Selasa (4/3/2025). Aksi kelompok berjumlah enam orang itu terekam kamera pengintai CCTV.
Aksi itu bermula ketika kelompok pelaku masuk ke dalam minimarket Alfamart di daerah Puspiptek, Setu sekira pukul 19.45 WIB. Dalam rekaman, nampak pria berbaju hitam mengancam warga bernama Asep Sutisna hingga masuk ke dalam minimarket. Pertikaian itu pun dilerai oleh warga yang ada di lokasi.
Setelah kelompok itu pergi, mereka kembali melakukan pengancaman kepada warga lainnya di lokasi yang berbeda yakni di permukiman warga.
Mereka mendatangi rumah warga di Kampung Setu Gang Adil RT 016 RW 004, dan Kampung Setu Gang Hj Rois RT 016 RT 004 sembari mengacungkan senjata tajam di hadapan orang tua dan anak-anak.
Muhammad Aprilyandi, salah satu warga mengatakan bahwa peristiwa itu pun telah dilaporkan ke Mapolres Tangsel atas perbuatan dengan ancaman kekerasan.
“Beberapa korban pengancaman telah melaporkan ke jadian tersebut ke SPKT Polres Tangsel pada Rabu 5 Maret 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/3).
Baca Juga: Aksi Pemuda Mabuk di Tangsel Berujung Amukan Warga, Diduga Lecehkan Anak
Aprilyandi menceritakan bagaimana pengancaman itu berlangsung, kelompok yang diperkirakan berjumlah enam orang itu bermula mencari seorang warga yang diduga memiliki masalah. Namun, lantaran tidak ketemu, kemarahan itu dilampiaskan kepada warga lainnya.
“Awalnya dia nyerang di Alfa terus ke kampung dan terakhir dia nyerang ke rumah saya. Diancam semua orang rumah termasuk ibu dan ayah saya, random itu sampai ada anak kecil juga,” katanya.
Diketahui, berdasarkan sepengetahuannya, motif para pelaku lantaran memiliki permasalahan dengan salah satu warga. Namun, di hari itu yang bersangkutan tidak bertemu dengan orang yang dicari.
“Alhamdulillah tidak ada yang sampai luka dalam kejadian ini. Semalam sudah bikin LP sama saksi dan rekaman CCTV-nya,” ucap Aprilyandi.
Kasie Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Muhammad Agil belum merespon saat dikonfirmasi soal laporan peristiwa yang meresahkan warga tersebut. (eko)
