SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Harga cabai rawit merah yang tembus Rp 105 ribu per kilogram membuat pedagang takjil di Kampung Katomas, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, kelimpungan. Kenaikan harga cabai ini menghambat mereka dalam membuat sambal untuk gorengan takjil yang biasanya jadi favorit pembeli.
Agus, seorang pedagang sayur di Perumahan Sudirman, Kelurahan Tigaraksa, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam. “Sekarang satu kilogram cabai rawit merah sudah tembus Rp 105 ribu. Ini lagi tinggi banget,” katanya saat ditemui Satelit News, Senin (10/3).
Menurut Agus, kenaikan harga cabai seperti ini sering terjadi menjelang perayaan besar seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru. “Minggu lalu masih Rp 80 ribu, naik jadi Rp 90 ribu, dan sekarang sudah mencapai Rp 105 ribu. Biasanya, harga cabai bisa setara dengan harga daging sapi menjelang Idul Fitri,” tambahnya.
Di sisi lain, Ayat, pedagang takjil keliling, juga mengeluh kesulitan membeli cabai rawit merah untuk sambal. Meskipun takjil yang dijualnya seperti risol, tahu isi, bakwan, dan lontong tidak menggunakan cabai, sambal yang menyertai takjil tetap membutuhkan cabai untuk memberikan rasa pedas.
“Walaupun takjil saya nggak pakai cabai, sambalnya tetap harus pakai cabai. Kalau tidak, pembeli nggak mau beli,” ujar Ayat. Karena harga cabai yang melambung tinggi, ia terpaksa mengganti cabai rawit merah dengan cabai merah biasa.
“Rasanya kurang pedas, pembeli pun ada yang protes, tapi ya gimana, cabai rawit sekarang mahal banget,” tambah ibu dua anak ini.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat menjelaskan, bahwa harga cabai rawit merah memang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini diperkirakan akibat curah hujan tinggi yang mengganggu produksi, serta tingginya permintaan pasar.
“Selain cabai rawit merah, harga komoditas lain seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, daging ayam, beras, dan minyak goreng masih relatif normal,” kata Iskandar.
Ia menambahkan, harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Cisoka sudah mencapai Rp 65 ribu per kilogram, sementara di Pasar Tradisional Sepatan tembus Rp 70 ribu. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 57 ribu per kilogram.
“Meski harga cabai rawit merah bervariasi di pasar, kami akan terus berupaya agar harga cabai tidak terus melambung,” tegasnya. (alfian/aditya)
