SATELITNEWS.COM TANGERANG—Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan rencana pembangunan kembali jalan desa Kecamatan Karang Nengah Kecamatan Pagedangan yang hancur akibat turap Sungai Cimanceuri longsor pada 5 November 2024 lalu. Diperkirakan, proyek tersebut akan menelan anggaran sebesar 40 miliar rupiah.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pembangunan kembali jalan desa Karang Nengah dilakukan berbarengan dengan perbaikan turap Sungai Cimanceuri di wilayah tersebut. Rencananya, proyek tersebut dapat dilaksanakan tahun ini.
Menurut Rudi, sapaannya, untuk melaksanakan proyek tersebut Pemkab Tangerang telah bersinergi dengan Direktur OP Dirjen SDA. Hal itu dilakukan karena perbaikan tanggul sungai, kata dia, merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membantu melalui kerjasama penanganan,” kata Rudi saat meninjau lokasi longsor pada Senin (11/3).
Dia menyatakan Pemkab Tangerang bersama tim ahli Kementerian Pekerjaan Umum RI akan membuat MoU dan perjanjian kerja sama (PKS). Tim ahli telah menghitung perkiraan biaya atau anggaran yang akan dibutuhkan untuk perkuatan tebing atau turap Sungai Cimanceuri secara permanen, dan perbaikan jalan tersebut.
“Biaya perbaikannya, diperkirakan mencapai Rp 40 miliar dan masa perbaikan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 7 bulan setelah PKS disepakati. Maka, Insya Allah 2025 ini selesai diperbaiki,” katanya.
Baca Juga: 1 Rumah Warga Sindangresmi Pandeglang Tertimpa Longsoran Tanah
Selain Jalan Desa Karang Tengah Kecamatan Pagedangan, longsor juga terjadi di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga. Dimana, longsor itu disebabkan meluapnya Sungai Cisadane.
“Dari Karang Tengah, tim PU RI bersama DBMSDA juga melakukan joint survei lapangan ke Tanjung Burung, Teluknaga, yang longsor dari Sungai Cisadane. Dan, akan dijadikan rencana penanganan kementrian secara permanen,” tukasnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menambahkan tim ahli geoteknik akan melakukan sondir tanah di Jalan Karang Tengah, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan.
“Hal itu untuk mengetahui bidang longsorannya. Untuk mengetahui, kontruksi apa saja yang cocok untuk tanggul Sungai Cimanceuri, sepanjang 200 meter, ” tambahnya.
Kata Iwan, kedalaman tanah untuk pembangunan tanggul kurang lebih mencapai 20 meter. Dirinya, berharap agar perbaikan jalan dan tanggul sungai bisa dilakukan dengan cepat, dan jalan dapat digunakan kembali.
“Kedalaman tanah keras mencapai 20 meter. Semoga, perbaikan jalan bisa segera. Dan, jalan dapat kembali digunakan oleh masyarakat, ” tukasnya.
Baca Juga: Tanah Longsor Timpa Dua Rumah Warga Mandalawangi Pandeglang
Sebelumnya, diberitakan bahwa Jalan Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan mengalami longsor akibat turap atau tanggul Sungai Cimanceuri yang jebol, pada November 2025 lalu. (alfian)
