SATELITNEWS.COM, SERANG – Sejumlah warga Taman Banten Lestari (TBL), yang tergabung dalam komunitas Jumat berkah, menyalurkan bantuan ratusan paket sembako terhadap korban terdampak bencana alam di Kampung Begog, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Minggu (16/3/2025).
Bantuan tersebut, merupakan bentuk kepedulian Komunitas Jumat Berkah, untuk meringankan beban korban yang terdampak bencana alam. Secara simbolis bantuan diterima langsung oleh Babinsa Koramil Padarincang dan beberapa perwakilan masyarakat.
Salah seorang Anggota Komunitas Jumat Berkah, Mama Afkar mengatakan bahwa pihaknya turut prihatin atas bencana alam yang menimpa warga Kampung Begog, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang.
Atas dasar tersebut pihaknya berinisiatif untuk menghimpun bantuan dari para anggota Komunitas Jumat Berkah dan warga lainnya.
“Alhamdulillah setelah beberapa hari kita menghimpun bantuan, kita dapat mengumpulkan sebanyak 150 lebih paket sembako yang isinya berupa makanan ringan, mie instan, beras, minyak goreng, terigu serta pakaian layak pakai,” ujarnya.
Mama Afkar berharap bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat untuk para korban bencana alam. Kemudian bagi yang sudah memberikan bantuan semoga mendapatkan pahala.
Sementara, Babinsa Koramil Padarincang, Serka Denny Rahmatullah mengatakan, bahwa bencana alam yang melanda Kampung Begog, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang baru kali ini terjadi. Karena memang pada saat kejadian intensitas hujan cukup tinggi, dan diduga di hulunya ada pengembangan pohon sehingga bencana alam seperti banjir menerjang rumah warga.
“Ada sekitar tiga kepala keluarga (KK) yang masih mengungsi ke rumah keluarganya. Rumahnya dihantam material yang terbawa aliran sungai Begog, ini memang dampak paling parah, biasanya belum pernah separah ini,” tuturnya.
Denny menuturkan, pasca kejadian hingga saat ini alat berat masih bekerja membersihkan material bebatuan yang menutup aliran sungai dan rumah warga. Kemudian bantuan pun masih terus berdatangan untuk warga terdampak.
“Dari PU menargetkan normalisasi aliran sungai dan selanjutnya kemungkinan akan membuat tanggul. Awalnya kan aliran sungai itu kedalamnya sekitar 3 meter dari permukaan, tapi sekarang aliran sungai posisinya ada diatas, dan didalam rumah pun kaya pasir dan bebatuan itu ada sekitar satu meter,” tuturnya lagi.
Seperti diketahui, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang bahwa bencana alam yang melanda Kecamatan Padarincang tersebut terjadi pada Kamis 6 Maret lalu.
Ada dua Desa yang terkena dampak bencana alam banjir dan longsor, antara lain Desa Citasuk yang meliputi Kampung Sukamaju dan Kampung Begog. Kemudian Desa Batukuwung Kampung Ciseke dan Kampung Cikoneng. (sidik)
























