SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Terus berupaya untuk menekan inflasi dan mencegah naiknya harga-harga komoditi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kecamatan Kronjo dan Kresek, dengan menyediakan 7.970 paket sembako, Senin (24/3).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, untuk menekan inflasi dan mencegah kenaikan harga-harga komoditi, serta membantu masyarakat dalam menikmati Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali melakukan Gerakan Pangan Murah dengan cara tebus murah paket sembako di wilayah Kecamatan Kresek dan Kronjo.
“Alhamdulillah, pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah, bazar murah sembako di 2 kecamatan, Kresek dan Kecamatan Kronjo hari ini (kemarin, red) berjalan lancar dan tertib,” kata Soma Atmaja kepada Satelit News, Senin (24/3).
Soma menegaskan Kembali, bahwa GPM yang diimplementasikan dalam bentuk bazar murah sembako ini merupakan program Pemkab Tangerang yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Menurutnya, program ini bertujuan bukan hanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga merupakan upaya menekan inflasi dan menjaga kestabilan harga komoditi pokok.
Lanjut Soma, masyarakat dari 19 desa di Kecamatan Kresek dan Kronjo sangat antusias serta tertib untuk mendapatkan lebih dari 7.970 paket sembako murah, yang disediakan kedua kecamatan tersebut. Kata Soma, setiap paket dihargai sebesar Rp 55.000, dengan berisi beras 5 Kg, minyak goreng, gula pasir, terigu dan kacang tanah kupas.
“Tercatat, Kecamatan Kresek menyediakan sekitar 3.980 paket untuk masyarakat di 9 desa. Kecamatan Kronjo sekitar 3.990 paket untuk 10 desa,” katanya.
Baca Juga: Demo Tuntut Usut Dugaan Korupsi BGN dan Evaluasi Total MBG di Kota Tangerang
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Kronjo, Munawaroh mengaku sangat senang dengan adanya bazar tebus murah ini. Karena, program tersebut sangatlah membantu masyarakat di tengah harga-harga komoditas yang mengalami kenaikan.
“Jelas membantu, kalau bisa setiap minggu dibuat acara seperti ini, karena dapat meminimalisir pengeluaran biaya hidup sehari-hari,” pungkasnya. (alfian/aditya)
