SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Tidak ada pemenang di dalam Derby Manchester kali ini. Duel Manchester United vs Manchester City berakhir dengan kedudukan seimbang 0-0.
Manchester United menjamu Manchester City di Old Trafford pada Minggu (6/4) malam WIB. The Citizens lebih dominan dengan 58 persen penguasaan bola.
MU lebih agresif usai menciptakan 13 percobaan (2 on target), sedangkan Man City melahirkan sembilan percobaan (6 on target). Masing-masing tim juga memiliki satu peluang emas.
Dengan satu angka yang diperoleh Setan Merah terpaku di peringkat 13 klasemen. MU mengoleksi 38 poin dari 31 pertandingan, Man City bergeming di posisi kelima dengan perolehan 53 poin.
Squawka mencatat kedua tim sebenarnya punya banyak peluang, MU membuat 13 attempts dengan dua on goal dan City membuat 9 atatempts dengan lima on goal. Tapi, kualitas peluang MU dan City terbilang buruk, karena xG (gol yang diharapkan) tidak sampai 1.
Alhasil, banyak suara-suara sumbang usai pertandingan yang dianggap membosankan dan tidak menghibur. Bahkan Derby Manchester edisi ke-196 jadi derby paling membosankan dalam beberapa tahun terakhir. “Kami memang tidak dalam kondisi terbaik untuk bisa menghibur semua fans,” ujar Amorim seperti dikutip ESPN.
“Saya tahu bahwa ini adalah derby terburuk sepanjang sejarah. Manchester City kini menurun setelah meraih banyak gelar sebelumnya,” sambungnya.
“Ketika kami tidak punya misi meraih trofi besar, tentu saja berbeda atmosfernya. Anda harus lihat konteks laga ini.”
Kapten MU Bruno Fernandes mengatakan, timnya kurang insting membunuh. “Senang dengan penampilan kami, tapi tidak dengan hasilnya, tentu saja tidak,” sahut Bruno Fernandes kepada Sky Sports. “Kami membutuhkan tiga angka di pertandingan tadi dan kami sadar akan hal itu. Kami toh melawan sebuah tim yang sangat bagus.”
“Pertandingannya sedikit lebih baik untuk kami, kami tadi sedikit lebih berbahaya daripada mereka. Kami hanya butuh insting membunuh yang lebih besar,” lugas bintang sepakbola Portugal itu.
“Di babak pertama kami melakukan banyak sentuhan ketika kami hanya membutuhkan satu saja. Kami tadi sabar, sangat rapi, tapi insting membunuhnya hilang pada hari ini,” dia menambahkan.
Manajer Man City, Pep Guardiola, mengakui bahwa anak asuhannya tak cukup mengancam meski banyak menguasai bola. Hal ini karena Man City tak bermain dalam tempo yang cepat.
Maka dari itu, Guardiola cukup puas dengan hasil imbang di Old Trafforrd. Mengingat, timnya tampil tak terlalu memuaskan di laga ini. “Namun, dengan bola, kekuatan kami akan selalu berada di posisi kami dan kami kehilangan itu hari ini. Kami tidak berada di posisi yang tepat untuk menyakiti mereka,” ujar Guardiola dikutip dari situs Man City.
“Kami harus berada dalam satu tempo dan berada di posisi yang tepat. Namun, kami tidak dapat mempercepatnya karena kami tidak berada di posisi yang tepat, itulah sebabnya kami sedikit kehilangan tempo untuk menciptakan lebih banyak peluang.”
“Tentu saja, Phil memiliki satu peluang, dua atau dua tembakan dari Kevin dan satu dari Omar. Mereka memiliki peluang dari transisi, tetapi saya pikir itu cukup adil,” jelasnya.
Meski demikian, Ruben Dias menilai hasil imbang melawan Manchester United patut disyukuri oleh Manchester City. “Kami sangat bangga dengan poin ini. Kami telah bekerja keras.”
“Secara ofensif, saya tidak merasa seperti salah satu dari mereka yang bermain berbahaya dan hampir mencetak gol. Namun, secara keseluruhan, jelas mereka bukan tim yang mudah untuk didatangi saat bermain tandang.”
“Cara kami berjuang untuk setiap bola, bahkan di saat-saat yang lebih sulit, cara semua orang saling mendukung dan membantu. Itulah poin yang kami banggakan.”
“Jelas kami ingin datang ke sini dan kami ingin menang seperti biasa. Namun, hari ini, saya merasa itu jelas merupakan pertandingan yang sulit, tetapi cara kami bertahan di saat-saat sulit, membuat saya merasa kami kembali seperti sebelumnya,” jelasnya. (dm)