SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan fokus melakukan penataan tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong. Pembenahan ini direncanakan berlangsung selama satu tahun.
Rencana itu diungkapkan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan. Dia menyampaikan saat ini Dinas Bina Marga Kota Tangsel sedang melakukan perbaikan jalan masuk TPA Cipeucang. Kegiatan tersebut berdampak terhadap arus keluar masuk kendaraan pengangkut sampah.
Sehingga, sejumlah truk armada pengangkut sampah milik DLH Tangsel terpantau mengantre di Jalan Raya Serpong persisnya dekat Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel sekira pukul 11.00 WIB. Mereka menunggu giliran keluar masuk TPA Cipeucang.
“TPA Cipeucang saat ini jalan masuknya lagi dirapikan oleh Dinas Bina Marga,” ungkap Pilar pada Selasa (8/4).
Pilar menjelaskan penataan TPA Cipeucang berkaitan dengan opsi membuka lahan pembuangan sampah baru di lokasi tersebut. Rencananya, lahan baru itu berdekatan dengan tempat pengolahan maggot.
“Kita lakukan sanitary landfill dulu di situ,” ujarnya.
Baca Juga: Kejar Groundbreaking 2028, Pemkot Tangsel Siapkan Rp40 M untuk Tahap Awal PSEL Cipeucang
Kata Pilar, pihaknya memiliki beberapa skema penanganan sampah. Penanganan jangka pendek hingga jangka panjang telah dipersiapkan. Yang terdekat, lanjut dia, adalah melakukan kerjasama dengan daerah lain untuk pembuangan sampah.
“Untuk satu tahun ke depan kita sudah komunikasi dengan beberapa daerah termasuk Pandeglang, Lebak dan Jawa Barat untuk bagaimana kerjasama pengolahan sampah,” paparnya.
Terkait wilayah mana yang nantinya menjadi mitra, opsi tersebut belum final karena masih dalam tahapan kajian mulai dari efisiensi transportasi hingga volume perdagangan pengangkutan hingga 500 ton setiap harinya.
“Mana yang lebih efektif, murah, itu yang kita ambil dengan catatan bisa menampung sampah dengan kuantitas yang banyak minimal 500 ton,” ucapnya.
Pilar menyebut, kerjasama dengan daerah lain tetap dilakukan lantaran sembari menunggu proyek pembangkit listrik tenaga sampah bisa beroperasi. Dimana, sampai saat ini, prosesnya masih dalam tahapan penyelesaian administrasi.
“Karena membutuhkan waktu sampai 3 atau 4 tahun dari ground breaking sampai selesai. Teknologinya juga didatangkan dari luar. Jangka panjang itu dengan pembangkit listrik tinggal tahapan administrasi yang akan diselesaikan,” jelasnya. (eko)
Baca Juga: Seragam Khas Sekolah Digratiskan, Dibayar Pemkot Tangsel Lewat BOS
