SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Penyakit chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk kini tengah merebak di berbagai wilayah di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Tangerang, yang hingga saat ini ditemukan sebanyak 15 kasus.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat setidaknya ada 15 warga yang terkena penyakit chikungunya. Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang paling banyak dengan 11 kasus. Kemudian, 2 kasus di Paninggilan, Ciledug dan 2 kasus berada di Larangan Utara.
“Saat ini, kasus chikungunya di Kota Tangerang telah ditemukan. Walau secara angka belum meningkat secara signifikan, tapi DBD atau chikungunya perlu diwaspadai dengan bijaksana. Sehingga, kasus penyakit ini tidak terus meningkat apalagi menjadi wabah kejadian luar biasa,” Ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni, Selasa (15/4).
Dini menyampaikan, bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk atau PSN harus menjadi gerakan bersama, terutama memasuki musim pancaroba yang meningkatkan potensi genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat, kasus chikungunya tengah mewabah dibeberapa daerah di Indonesia. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara yang sederhana namun konsisten, salah satunya melalui aksi 4M,” ucapnya.
Ia pun menjelaskan, pencegahan chikungunya dengan 4M adalah membersihkan lingkungan dari tempat berkembang biaknya nyamuk. Yaitu, menguras penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, membersihkan tempat yang bisa menampung air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air.
Baca Juga: Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi
“Selain itu, masyarakat juga perlu menggunakan obat oleh anti nyamuk, pasang kelambu di kamar tidur dan kaca setiap lubang ventilasi dan jendela, melakukan vaksin dengue, serta rutin mengkonsumi vitamin C,” imbaunya.
Lanjutnya, kolaborasi multisektor pada penanganan DBD di Kota Tangerang ialah, sosialisasi PSN 4M Plus di seluruh 39 puskesmas dan 1.097 posyandu. Kemudian, menggerakkan seluruh masyarakat dan pegawai melaksanakan aksi bebersih memberantas sarang nyamuk di lingkungannya.
“Kolaborasi juga dikuatkan dengan Dinas Pendidikan, menugaskan seluruh pelajar di Kota Tangerang untuk memeriksa sarang nyamuk di rumah mereka masing-masing. Terlebih, menjadikan anak-anak sebagai kader jumantik, yakni sebagai bagian dari projek sekolah,” tandasnya. (hafiz)
























