SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Barcelona disingkirkan Inter Milan di semifinal Liga Champions. Hasil itu membuat Blaugrana dipastikan gagal treble winners.
Pada leg kedua semifinal di Milan, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB, Barcelona kalah 3-4 atas tuan rumah. Hasil itu membuat wakil LaLiga tersingkir dengan agregat 6-7, usai cuma berimbang 3-3 di Spanyol.
Dengan tersingkir dari Liga Champions, Barcelona dipastikan gagal treble winners. Raksasa Catalan gagal mengulang sukses tahun 2009 dan 2015 lalu, saat bisa mengawinkan tiga gelar utama dalam semusim.
Barcelona awalnya berpeluang meraih treble winners atau memenangkan tiga gelar utama musim ini. Lamine Yamal dkk sudah menyabet trofi Copa del Rey, tinggal memburu gelar di LaLiga dan Liga Champions.
Di Liga Spanyol, Barcelona masih memimpin klasemen dengan keunggulan 4 poin atas Real Madrid. Sementara di Liga Champions, mereka sudah ke semifinal.
Dan di Liga Champions, Barcelona akhirnya terpeleset. Anak asuh Hansi Flick disingkirkan Inter Milan di semifinal dan gagal treble. Kini, Barcelona cuma berpeluang merebut dua gelar, salah satunya dari LaLiga. Sementara bagi Inter, ke final artinya bisa menyelamatkan musim mereka.
Sebab, Nerazzurri justru sedang tertinggal di Serie A dan sudah gagal di Coppa Italia. Jika memenangkan Liga Champions, anak asuh Simone Inzaghi masih bisa membawa trofi.
Di final, Inter Milan tinggal menunggu pemenang Paris Saint-Germain vs Arsenal, yang main pada Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. Sementara Les Parisiens unggul 1-0 dari hasil leg pertama di London.
Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi memuji performa tim asuhannya usai melaju ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Barcelona. ‘Super’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perjuangan Nerazzurri. “Kami harus memuji Barcelona, karena mereka betul-betul lawan tangguh,” buka Inzaghi dalam wawancara usai laga kepada Sky Sport Italia.
“Butuh Inter yang super (untuk lolos ke final), jadi saya memuji tinggi-tinggi para pemain saya karena sudah tampil luar biasa dalam dua leg. Itulah cara satu-satunya untuk melaju ke final.”
“Saya bangga menjadi pelatih mereka, sebab mereka telah mengerahkan segala upaya dan mereka yang masuk dari bench juga menunjukkan sikap tepat. Mereka harus menikmati momen ini di depan para fan, mereka sungguh bahagia. Mereka adalah teladan.”
“Saya bilang kepada para pemain untuk percaya, bahwa kami dapat mencoba meredam Barcelona, meskipun itu tidak mudah. Kami memiliki Lautaro, Dumfries, dan Frattesi yang tidak fit 100 persen, jadi kami harus menggunakan hati kami untuk melalui setiap rintangan.”
“Kami mencoba tampil dengan kekuatan kami. Kami tak pernah pongah, kami mengerahkan segala kemampuan dan pantas lolos ke final,” tegas Inzaghi.
Sementara itu, kekalahan 3-4 di markas Inter Milan menghentikan langkah Barcelona di Liga Champions. Pelatih Barca Hansi Flick mengatakan, hasilnya tidak adil.
“Saya bangga dengan tim saya. Saya kira hasilnya tidak adil dan beberapa keputusan wasit sangat bagus, tapi tidak menguntungkan kami,” sahut Hansi Flick dalam konferensi pers yang dikutip Football-Italia.
“Kami memiliki sebuah tim yang masih muda dan kami memang perlu meningkat. Pekerjaan kami akan jadi berbenah agar lebih baik. Dari setiap sudut pandang, secara defensif maupun ofensif.”
“Kami akan menganalisis pertandingan ini, tapi inilah sepakbola dan kami memang tidak bisa selalu menang. Sekarang pertandingan ini sudah berakhir, dan kami harus memikirkan tentang pertandingan berikutnya, yang akan dimainkan beberapa hari lagi,” Flick mengatakan. (dm)