SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Keberadaan terminal tipe C di Kabupaten Pandeglang, belum bisa membantu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Buktinya, dari empat terminal tipe C, ada dua terminal yang tidak berfungsi dan tidak dapat Amenyumbang keuangan daerah.
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Terminal Dishub Kabupaten Pandeglang Suhaedi mengatakan, pihaknya mengelola empat terminal, yakni Terminal Kadubanen, Cadasari, Carita, dan Terminal Panimbang. Dari empat terminal itu, ada dua yang tidak berfungsi dengan baik dan tidak menyumbang PAD.
“Terminal kita ada empat, tetapi untuk terminal Carita dan Cadasari belum bisa menyumbang PAD, kalau Terminal Panimbang paling hanya enam juta setahun atau lima ratus ribu dalam satu bulan,” kata Suhaedi, Senin (5/5/2025).
Pria yang akrab disapa Bule ini mengatakan, ada beberapa persoalan yang menyebabkan tidak optimalkanya pendapatan dua terminal itu, salah satunya karena penempatan posisi bangunan terminal yang tidak strategis. Akibat hal itu, kedua terminal tidak bisa menyumbang terhadap PAD Kabupaten Pandeglang.
“Dari sisi lokasi memang kurang, makanya jadi sepi. Tapi kan persoalannya bukan itu sekarang, melainkan sarana dan prasarananya yang kurang. Ditambah sekarang enggak boleh ada retribusi, paling andalan kita dari sewa lahan dan parkir khusus terminal,” tambahnya.
“Kalau terminalnya sepi kaya di terminal Carita dan Cadasari, mau dapat PAD dari mana. Sewa lahan enggak ada, parkir khusus enggak ada karena sepi, jadi ya memang begini kondisinya,” timpalnya.
Baca Juga: Petugas Gabungan Lakukan Pengecekan Kendaraan di Terminal Kadubanen Pandeglang, Ini Hasilnya
Bule mengatakan, meski demikian, pihaknya masih bisa mendapatkan PAD dari terminal Kadubanen, Panimbang, dan sub terminal Anten, serta Mengger. Dari sub terminal Anten, pihaknya bisa mendapatkan PAD dari parkin khusus sebesar Rp20 juta lebih dalam satu tahun serta Rp60 juta dari sewa terminal.
“Kalau di Kadubanen kita bisa mendapatkan PAD dari sewa lahan sebesar Rp80 jutaan, kalau dari parkir khusus sekitar Rp12 jutaan dalam satu tahun. Makanya, saat ini kita sedikit repot untuk PAD,” tuturnya.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum dan Terminal Dishub Kabupaten Pandeglang Edi Mulyadi mengatakan, tahun 2025 ini bidangnya diberikan beban target PAD sebesar Rp260 juta dalam satu tahun. Jumlah itu, kata dia, terlalu besar dibandingkan dengan potensi yang ada.
“Makanya, diperubahan nanti kita akan usulkan penyesuaian target PAD, karena memang terlalu besar. Kita juga sudah sampaikan kepada tim penaksir supaya bisa dievaluasi,” imbuhnya. (adib)
























