Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Kementerian PPPA Perbolehkan Pengiriman Siswa Bermasalah ke Barak Militer

Oleh Made Nusantara
Rabu, 14 Mei 2025 12:50 WIB
Rubrik Edukasi, Nasional
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengirim siswa bermasalah ke barak militer ditanggapi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program itu boleh dilaksanakan, selama dilakukan dengan pengawasan dan pengawalan secara bersama-sama.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu menyatakan, program perbaikan karakter anak-anak bermasalah yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, bagian dari bentuk inovasi Pemerintah Daerah untuk melakukan pembinaan atau perbaikan karakter anak.

Namun begitu, kata dia, program itu tetap memerlukan pengawalan bersama, serta dilihat dalam kerangka perlindungan anak.

“Semua pihak, baik itu negara, orang tua dan lainnya, harus memastikan hak-hak anak terpenuhi, yakni hak sipil, hak pengasuhan, hak pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, hingga hak kesehatan dan kesejahteran,” ujar Pribudiarta dalam keterangan tertulisnya.

Sejauh ini, lanjut dia, program yang dillaksanakan Pemprov Jabar menyasar pada upaya penanganan terhadap anak-anak dalam kategori “wilayah sekunder”. Atau anak-anak yang telah menunjukkan gejala permasalahan, bukan berkonflik dengan hukum.

“Sararan program ini sudah tepat. Karena pembinaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum memiliki pendekatan berbeda. Di program ini, si anak belum terlibat langsung dalam sistem peradilan atau berhadapan/berkonflik dengan hukum,” jelasnya.

Baca Juga: Banten Raih Penghargaan Provinsi Layak Anak Dari Kementerian PPPA

Lebih lanjut, Pribudiarta mengingatkan, setiap anak memiliki kebutuhan unik, serta membutuhkan pendekatan disesuaikan dengan asesmen individual.

Selain itu, penguatan kapasitas orang tua juga perlu dilakukan agar proses reintegrasi anak ke lingkungan keluarga bisa berjalan positif dan berkelanjutan.

BeritaTerbaru

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Selasa, 21 Jul 2026 22:56 WIB
Polsek Panongan Edukasi Bahaya Game dan Judi Online di SMP

Polsek Panongan Edukasi Bahaya Game dan Judi Online di SMP

Selasa, 21 Jul 2026 22:53 WIB
Kongres Umat Islam Bahas Isu Demokrasi hingga Ketahanan Nasional

Kongres Umat Islam Bahas Isu Demokrasi hingga Ketahanan Nasional

Selasa, 21 Jul 2026 18:26 WIB
APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

Selasa, 21 Jul 2026 18:22 WIB

“Misalnya, dalam hasil asesmen menunjukkan, orang tua belum kompeten, kita harus mencari upaya, apakah harus ada pekerja sosial yang mendampingi dan sebagainya. Jadi, tujuannya demi kepentingan terbaik anak,” tuturnya.

Selain itu, Pribudiarta menggarisbawahi pentingnya penempatan tanggung jawab perlindungan anak di tingkat pimpinan daerah, bukan hanya di lingkup dinas pengampu isu PPPA.

Sebab, isu perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan isu lintas sektor yang harus ditangani secara kolaboratif oleh seluruh perangkat daerah.

“Kami berharap, ini menjadi sistem perlindungan anak. Bukan pendekatan jangka pendek dan terpisah-pisah. Ini harus menjadi proses jangka panjang yang memberikan perubahan,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Beri Bantuan Dana Rp 500 Juta Bagi Warga Lebak Terdampak Banjir dan Longsor

Terpisah, Staf Khusus Menteri PPPA Bidang Perlindungan Anak Zahrotun Nihayah mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal proses implementasi kebijakan itu. Utamanya terkait upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Dia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemangku kebijakan. Termasuk masyarakat dalam mendampingi setiap tahap pelaksanaan kebijakan tersebut.

Dengan begitu, kebijakan yang dijalankan benar-benar efektif mengatasi permasalahan yang dialami oleh anak dan remaja.

“Mari kita kawal dan dampingi bersama. Kalau itu menjadi best practices, mungkin bisa direplikasi. Tapi, kalau masih ada beberapa hal perlu penyempurnaan, mari kita perbaiki bersama,” ajaknya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jabar Siska Gerfianti mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Open Data Provinsi Jabar, jumlah kasus kenakalan remaja di Provinsi Jabar mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Ada 12.345 kasus pada 2020, 11.567 kasus pada 2021 dan turun menjadi 10.890 kasus di tahun 2022.

Menurut Siska, jenis kenakalan remaja yang paling menonjol di Jabar, meliputi tawuran antarsekolah, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan tindak kriminal lainnya.

Sebab itu, salah satu langkah praktis yang diambil dalam kebijakan ini adalah penerapan program pelatihan karakter melalui pendekatan ketarunaan. Tujuannya memperkuat integritas, penanaman nilai-nilai kebangsaan, serta membangun kedisiplinan dan tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik.

Secara khusus, lanjut dia, program tersebut menyasar anak-anak dan remaja yang menunjukkan potensi risiko kekerasan atau kenakalan secara konsisten.

Pihaknya berharap, program itu mampu membentuk pribadi yang positif melalui proses pendidikan yang terstruktur dan pembiasaan berkelanjutan.

“Tujuan yang lebih spesifik, mewujudkan Pancawalwiya Jabar Istimewa, yaitu generasi muda yang cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener, pinter dan singer (tanggap),” tuturnya.

Tags: Gubernur JabarKementerian PPPAPengiriman Siswa Bermasalah ke Barak Militer
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah
Nasional

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak
Nasional

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
2.600 Mahasiswa UMT Jalani KKN, Rektor Pesan Peserta Bisa Beradaptasi
Edukasi

2.600 Mahasiswa UMT Jalani KKN, Rektor Pesan Peserta Bisa Beradaptasi

Senin, 20 Jul 2026 14:38 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam
Nasional

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis
Nasional

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB
Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Wabup Lebak: Tambang Rakyat Jangan Dibajak Investor

Wabup Lebak: Tambang Rakyat Jangan Dibajak Investor

Senin, 20 Jul 2026 20:33 WIB

Rumah Merangkap Warung di Periuk Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 18 Jul 2026 12:46 WIB
KWT Diskorda Kota Tangerang Kembangkan Eco-Hydroponics Smart

KWT Diskorda Kota Tangerang Kembangkan Eco-Hydroponics Smart

Selasa, 21 Jul 2026 14:52 WIB
Waduh, Dikaitkan Kasus Penculikan Aktivis, Ketua DPRD Lebak Bantah Jadi Dalang

Waduh, Dikaitkan Kasus Penculikan Aktivis, Ketua DPRD Lebak Bantah Jadi Dalang

Senin, 20 Jul 2026 16:28 WIB
Satu Prajurit TNI Dibunuh di Kelapa Dua, 4 Orang Ditangkap Polres Tangsel

Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang

Jumat, 24 Jul 2026 16:29 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.