SATELITNEWS.COM, LEBAK—Guna memberikan rasa aman serta memastikan hewan kurban layak dikonsumsi pada momen Lebaran Iduladha 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnaskeswan) Kabupaten Lebak melakukan pengawasan terhadap lalu lintas hewan khususnya yang didatang dari luar Bumi Multatuli.
Penyakit yang biasa ditimbulkan dari hewan kurban yaitu penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit tersebut kategori menular. Maka agar hal itu tidak terjadi pada momen Iduladha pemeriksaan dimasifkan.
Tiga pekan menjelang Lebaran Iduladha 1446 Hijriah, sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Lebak sudah menjajakan hewan dagangannya. Mulai dari sapi, kerbau, kambing dan domba. Mereka datangkan hewan tersebut tidak hanya dari Lebak melainkan dari luar daerah.
“Menjelang Iduladha kita melaksanakan pengawasan terhadap hewan yang masuk ke Lebak. Ditakutkan membawa penyakit terutama penyakit hewan menular seperti PMK dan penyakit lainnya,” kata Kepala Disnakeswan Lebak, Rahmat Yuniar kepada SatelitNews.Com, Rabu (14/5/2025).
Pengakuan Rahmat, hasil pemeriksaan di beberapa lokasi saat ini belum ditemukan penyakit yang dimaksud. Namun demikian, pengawasan terus diperketat guna memastikan hewan tersebut bebas dari penyakit. “Sementara hasil belum diketemukan tapi terus kita melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan,” tandasnya.
Endang Saputra, seorang pemilik usaha sapi dan kambing potong di Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar mengaku dalam tiga pekan terakhir ini dirinyasudah mendapatkan pesanan sebanyak 80 ekor sapi. Pemesan tidak hanya datang dari warga lokal yang ada di Banten, melainkan juga datang dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek. “Alhamdulillah kita melayani sampai Bekasi, Tambun, terus Tanjung Priuk, sama Tangerang,” katanya.
“Setiap hari juga ada saja yang beli, bahkan setelah Idulfitri dua minggu juga sudah banyak yang pesan, pilih-pilih sapi hewan kurban di sini,” Endang mengungkapkan bahwa hewan kurbannya tidak hanya diburu pada momen lebaran saja.
Dirinya menambahkan, bagi sapi yang sudah laku terjual dirinya akan memberikan tanda pada sapi tersebut, dan biasanya pembeli akan membawanya pada saat H-2 Iduladha. “Jadi kalau sudah ada yang jadi dipesan kita kasih tanda, kalau di kita seperti itu, kebanyakan diambilnya sih nanti pas H-2 sebelum Lebaran Iduladha,” kata Endang.
Dirinya juga menyebut, hewan-hewan kurban yang dijual di tempatnya itu cukup lengkap dan didatangkan langsung dari beberapa daerah di wilayah Indonesia, seperti Madura, Bali dan Bima dengan beberapa jenis sapi PO (Peranakan Ongole), sapi Pegon, dan sapi Limousin.
Sementara untuk harga jualnya pun bervariasi, mulai dari harga Rp 15 juta per ekor, hingga yang paling mahal yakni 35 juta per ekor. Sedangkan harga untuk kambing dan domba yakni di kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 6 juta per ekornya.
“Alhamdulillah kita disini lengkap pak, ada sapi yang dari Bima, ada yang dari Bali, ada Madura juga, ada PO, ada Pegon dan sapi limousin pak, kalau harga itu dari yang Rp 15 juta dan yang paling tinggi itu Rp 35 juta, kita di sini juga selain menjual sapi, kita juga menjual kambing sama domba. Sementara untuk kambing sama domba itu mulai di angka Rp 2,5 juta sampai Rp 6 juta,”pungkasnya. (mulyana)