SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panongan menjadi Bumdes pertama di Indonesia yang membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis. SPPG tersebut akan memasok makanan untuk 3.034 siswa dari 6 SD dan 4 SMP di Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang.
Beroperasinya SPPG BUMDes Panongan diresmikan langsung Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto pada Rabu (14/5). Yandri mengatakan Desa Panongan merupakan wilayah pertama di Indonesia yang memiliki SPPG untuk dapur MBG dengan menggunakan BUMDes. Tentunya, kata Yandri, ini menjadi percontohan yang baik untuk desa-desa lainnya di Indonesia.
“Ini BUMDes pertama di Indonesia, yang punya unit usaha SPPG untuk dapur MBG. Dan ini akan menjadi contoh bagi desa lain untuk bisa membangun hal yang sama dalam menyukseskan program dari Presiden Prabowo Subianto,” kata, Yandri Susanto, Rabu (14/5).
Lanjut Yandri, dapur SPPG ini juga dapat menjadi salah satu cara, untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan di setiap desa, agar dapat berjalan secara mandiri. Musabab, bahan pokok dalam pembuatan menu MBG akan disuplai dari hasil panen di desa setempat.
“Ini bisa menggerakkan perekonomian desa karena bahan baku MBG harusnya dari desa setempat atau desa tetangga, tinggal tukeran saja, kan ada desa tematik. Misal desa yang menanam cabai, ternak ayam, telur dan lain-lain, sehingga, ekonomi di desa akan meningkat,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Asisten Lapangan Badan Gizi Nasional (BGN) Desa Panongan, Edi mengatakan, bahwa nantinya setiap hari, dapur SPPG akan mendistribusikan 3.034 porsi untuk 6 SD dan 4 SMP. Sedangkan, tim gizi yang terlibat sebanyak 47 orang dengan 3 orang berasal dari BGN pusat.
Baca Juga: Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos
“Maka, akan dipastikan menu sesuai dengan standar gizi, ditambah bahan baku disuplai dari desa,” terangnya.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turut hadir dalam peresmian tersebut. Bersama Mendes PDT, dia sempat berkeliling melihat dapur SPPG tersebut.
“Kita juga tadi tinjau langsung, peralatan memasaknya. Tentunya, semua harus sesuai SOP agar kesehatan anak benar-benar terjamin, dan Indonesia Emas di Tahun 2045 dapat terlaksana dengan baik, ” tukasnya.
Kata pria yang biasa disapa akrab, Rudi Maesyal dengan diresmikannya SPPG Panongan Kecamatan Panongan maka jumlah SPPG di Kabupaten Tangerang bertambah menjadi 10 unit. Diantaranya SPPG di Kelurahan Curug Kecamatan Curug, Kelurahan Tigaraksa Kecamatan Tigaraksa, Kutabumi Kecamatan Pasar Kemis, Kelurahan Cisoka Kecamatan Cisoka, Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa, Desa Sodong Kecamatan Tigaraksa, Desa Ranca Kelapa Kecamatan Panongan, Desa Telagasari Kecamatan Balaraja, Desa Sukamulya Kecamatan Cikupa dan terbaru Desa Panongan, Kecamatan Panongan.
“Berdasar data badan gizi nasional, dapur SPPG di Kabupaten Tangerang kurang lebih sebanyak 10 titik, ” tukasnya.
Rudi juga mengatakan, untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok dalam menu MBG di setiap dapur SPPG, pihaknya akan menggerakkan setiap desa untuk giat bercocok tanam ataupun beternak. Sehingga, kebutuhan pokok yang dibutuhkan dapur SPPG berasal dari desa-desa yang ada di Kabupaten Tangerang, dan ekonomi desa benar-benar hidup.
“Seperti arahan tadi, dengan peresmian dapur SPPG pertama hasil bersama BUMDes dan Koperasi Merah Putih, maka kami pun juga tengah menggerakkam setiap desa agar bisa memenuhi standar dari kebutuhan pokok untuk MBG ini. Sehingga, rakyat di desa sehat dan sejahtera, ” katanya.
Bupati mengatakan Pemkab Tangerang segera menyiapkan desa-desa lain untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam mendukung suksesnya program SPPG. Hingga kini, dari 246 desa di Kabupaten Tangerang, 141 sudah memiliki Bumdes dan sisanya akan segera dituntaskan.
Baca Juga: Aturan Baru MBG, Bos SPPG Wajib Standby Jam 02.00
“Kami akan mencoba mendorong desa desa yang belum memiliki Bumdes untuk bisa mencoba membangun Bumdes SPPG seperti Desa Panongan ini,” ungkapnya. (alfian)
























