SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bologna juara Coppa Italia usai mengalahkan AC Milan 1-0 di final. Gol Dan Ndoye jadi penentu kemenangan Rossoblu.
Final Coppa Italia menyajikan duel AC Milan vs Bologna di Olimpico, Kamis (15/5/2025) dini hari WIB. Rossoblu membuka keunggulan selepas jeda usai laga 0-0 hingga turun minum.
Bologna mencetak gol lewat Dan Ndoye di menit ke-53. Tim asuhan Vincenzo Italiano bisa mempertahankan keunggulan hingga laga tuntas.
Bologna menang 1-0 untuk meraih juara Coppa Italia. Ini merupakan trofi pertama Bologna dalam 27 tahun terakhir. Gelar terakhir yang diraih Bologna adalah juara Piala Intertoto 1998.
Rossoneri dibuat kesulitan mengembangkan permainan oleh Bologna yang tampil dengan pressing tinggi. Hal ini tercermin dari Milan yang lebih banyak menguasai bola tapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Milan mencatatkan penguasaan bola sebesar 54 persen unggul dari Bologna dengan 46 persen. Namun, Milan cuma bisa melepas dua tembakan on target dari tujuh percobaan. Bologna yang bermain agresif bisa membuat lima tembakan ke arah gawang dari total 11 tembakan sepanjang laga.
Kegagalan meraih gelar Coppa Italia membuat Milan semakin suram di musim ini. Il Diavolo kini masih berada di peringkat ke-9 Serie A serta sebelumnya tersingkir di babak playoff fase gugur Liga Champions.
Pelatih Milan, Sergio Conceciao, sangat kecewa dengan permainan timnya di laga final. Ia menilai hal tersebut adalah cerminan dari performa anak asuhanya di musim ini. Pria asal Portugal ini juga mengakui bahwa Bologna pantas jadi juara Coppa Italia.
“Itu adalah pertandingan yang sulit, sangat kompetitif, di mana setiap duel bisa menjadi penentu. Saya pikir itu mencerminkan musim kami. Kekecewaan yang saya bicarakan adalah kekalahan di Final, kesempatan untuk memenangkan trofi, di musim yang sulit dengan lingkungan yang sangat sulit,” ujar Conceicao dikutip dari Football Italia.
“Pada akhirnya, saya harus mengucapkan selamat kepada Bologna, karena mereka memainkan permainan dengan baik dan tak cukup baik menciptakan sesuatu,” jelasnya.
Hasil yang makin menambah suram musim Milan kali ini setelah tersingkir cepat dari Liga Champions dan kemungkinan tidak bisa tampil di sana lagi musim depan.
Meski cuma berselisih empat poin dari Juventus di posisi keempat, Milan menggantungkan nasibnya kepada tim lain. Dua kemenangan di sisa musim ini belum cukup mengantarkan mereka ke Liga Champions.
Bahkan Milan bisa saja tidak tampil di Eropa sama sekali karena mereka kini di posisi kesembilan, selisih tiga angka dari AS Roma di posisi keenam.
Oleh karenanya, boleh dibilang musim 2024/2025 gagal total dari kacamata Milan terkait prestasi dan performa tim. Gelar Piala Super Italia dinilai tidak membantu sama sekali. “Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada Bologna atas pencapaian bersejarah ini bagi klub dan kota ini,” kata Direktur Milan Giorgio Furlani kepada Sport Mediaset.
“Selain itu, saya tidak dapat menyangkal bahwa kami gagal total musim ini. Meski menjuarai Piala Super, kami masih jauh dari posisi yang diinginkan.”
“Sekarang ada dua pertandingan tersisa, kami akan mencoba untuk mengakhiri musim sebaik mungkin, meskipun kami masih jauh dari target yang ditetapkan di awal musim.”
Di sisi lain, pelatih Bologna Vincenzo Italiano akhirnya merasakan gelar juara usai kalah di tiga final sebelumnya bersama Fiorentina. “Setelah sejumlah kekecewaan, saya pikir kami layak memenangi gelar ini, terutama usai tampil luar biasa malam ini. Performa tim amat menakjubkan, sekali lagi kami tahu apa yang akan Milan lakukan di babak kedua, jadi kami meresponsnya dengan baik,” ujar Italiano.
“Musim yang luar biasa ini ditutup dengan trofi, sesuatu yang pantas didapat para fan.”
Sebelum menukangi Bologna musim ini, Italiano melatih Fiorentina dan berhasil membawa La Viola ke final Coppa Italia 2023 dan final Conference League 2023 dan 2024. Namun semuanya berakhir kekalahan. “Itu adalah tiga kekecewaan besar. Sejujurnya saya tak mengira akan langsung juara (usai pindah), namun nyatanya saya berhasil. Ini berkat para pemain, yang tampil luar biasa,” Italiano melanjutkan.
Jelang laga final, Italiano bahkan mendapat dukungan dari anak Joe Barone, mendiang direktur Fiorentina yang wafat pada Maret 2024 akibat serangan jantung. Ia pun merasa tersentuh. “Saya ingin memberi dedikasi pada keluarga Joe Barone karena putranya mengirim saya pesan di pagi hari dan saya sangat senang. Kami hampir mengangkat trofi bersamanya dan itu sangat berarti bagi saya,” tegas Italiano. (dm)